Satu Korban KM Virgo Transport 8 Dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin, Dievakuasi Heli dengan Teknik Hoist

KORBAN TIBA - Satu korban KM Virgo Transport 8 saat tiba di RS Bhayangkara Banjarmasin setelah dievakuasi menggunakan helikopter dengan teknik hoist dari kapal Basarnas, Senin (21/9/2026) sore. (foto:istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Sejumlah anggota Polresta Banjarmasin yang tergabung dari seluruh satuan hingga Polsek Timur melakukan pengamanan di luar RS Bhayangkara TK III Banjarmasin Instalasi Forensik di Jalan A Yani Km 3,5. Sekitar pukul 17.44 WITA, ambulans milik RS Polri tersebut tiba membawa satu korban KM Virgo Transport 8, Senin (21/9/2026) sore.

Hal itu menyusul Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, sore tadi.

Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi pada operasi pencarian hari kesembilan menjadi tiga orang.

Korban berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) saat menyisir bagian dalam bangkai kapal pada pukul 14.24 WITA.

Usai dievakuasi dari dalam kapal ke perahu karet dan dipindahkan ke KN SAR Kamajaya, jenazah selanjutnya dibawa melalui jalur udara oleh Satgas Udara Basarnas menuju Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor, Banjarbaru.

Setelah tim penyelam menaikkan korban ke KN SAR Kamajaya, helikopter Basarnas diperintahkan segera melakukan penjemputan. Karena gelombang tinggi dan kapal bergoyang, korban dievakuasi menggunakan tali.

Setibanya di Lanud Sjamsudin Noor, jenazah langsung dijemput ambulans untuk diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.

Kapten Pilot Helikopter HR 3601, Kapten Laut (P) M. Dimas Andromeda, menjelaskan, gelombang laut yang tinggi membuat tim mengubah teknik penjemputan dari mendarat (landing) menjadi pengangkatan menggunakan tali (hoist).

“Sorti kedua ini berbeda dengan yang pertama. Penerbangan pagi kami bisa landing, tetapi sore ini gelombang sudah mulai tinggi dan kapal bergoyang keras, sehingga tidak memungkinkan untuk mendarat. Kami beralih menggunakan metode hoist,” beber Dimas.

Dia menambahkan, kecepatan angin di lokasi kejadian pada sore hari tercatat mencapai lebih dari 20 knot. Kendati dihadapkan pada dinamika cuaca dalam dua sorti penerbangan hari ini, seluruh proses evakuasi udara berhasil dilaksanakan dengan aman dan terkendali.

Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

Related posts

Vonis Eks Kajari HSU 5 Tahun 10 Bulan, Uang Pengganti Turun jadi Rp640 Juta

Penyelam BSG Kembali Temukan Korban KM Virgo Transport 8 di Dalam Kapal

Kebakaran di Basirih Hanguskan Warung, Bengkel dan Dua Truk Fuso