oleh

Sahbirin – Denny Saling Bantah

KPU : Masyarakat Bisa Menilai

Banjarmasin, BARITO – Debat pamungkas (final)  calon Gubernur dan wakil Gubernur Kalsel antara pasangan Sahbirin Noor – Muhidin dan Denny Indrayana – Difriadi diwarnai banyak bantahan dan tudingan kedua belah pihak. Debat yang diselanggarakan KPU Kalsel itu membahas masalah kesehatan, Insfratruktur, Sumber Daya Alam dan Energi, berlangsung Sabtu malam (28/11) malam di stasiun TVRI Kalsel dan disiarkan secara langsung.

Pada segmen pertama, kedua pasangan calon memaparkan visi-misi yang berkaitan dengan tema tersebut. Segmen kedua paslon diuji moderator soal penajaman visi misi oleh mederator dengan membacakan pertanyaan yang telah diundi 1 jam sebelum debat.

Pertanyaan lalu dilontarkan berkaitan dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan Energi yakni bidang Kelautan dan Perikanan.

Paslon nomor urut 1 Sahbirin Noor – Muhidin mengatakan, pemerintah provinsi telah berkomitmen memperhatikan terkait Kelautan dan Perikanan. Dengan dikeluarkannya Perda 13 tahun 2018 Tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan atau Pulau-Pulau Kecil.

“Sesuai dengan potensinya termasuk perlindungan kawasan konservasi seperti terumbu karang dan hutan bakau. Pemerintah juga melaksanakan sentra kelautan dan perikanan terpadu di tanah bumbu dan kota batu untuk mengintegrasikan perikanan kelautan,” ujar Sahbirin.

Sebaliknya, pasangan calon nomor urut dua menilai pemerintah daerah belum begitu memperhatikan secara konkret masalah Kelautan dan Perikanan. Bahkan Denny mengatakan sumber daya kelautan adalah sumber daya terlupakan.

“Kami menyayangkan anggaran perikanan turun 85 persen. Ke depan ini tidak boleh terjadi lagi,” sanggahnya.

Menurut Denny persaingan antara nelayan kecil yang kekurangan modal mengeluhkan kalah dengan nelayan modern. Hal ini  akan berdampak pada tangkapan ikan bagi nelayan kecil.

Pada materi yang terkait potensi pemenuhan energi bersih dan terjangkau, Denny menuding Sahbirin Noor selama menjabat sebagai Gubernur Kalsel, belum ada inovasi dalam energi listrik yang ramah dan terjangkau bagi masyarakat.

“Kita ini penghasilan batu bara ratusan juta ton dan turun 2020 69 koma sekian juta ton. Tetapi ada mati listrik di lumbung batu bara, ini ada yang salah,” sebutnya.

Ia juga mengkritisi kinerja Sahbirin Noor yang kembali mengincar kursi periode kedua sebagai sebagai Gubernur Kalsel. Denny mempertanyakan energi terbarukan yang belum dilakukan pemerintah Kalsel.

“Pak Sahbirin tadi bicara Tenaga Surya kan. Pertanyaannya sudah hampir 5 tahun, kok masih kaya calon gitu, ini petahana. Dalam 5 tahun apa yang direncanakan,” sebut Denny dalam debat.

Menurutnya, Kalsel mempunyai potensi sumber daya alam terbarukan yang ramah lingkungan, seperti listrik tenaga air dan angin.

“Minta maaf pak Sahbirin, tentu itu menunjukkan ada keterlambatan dalam energi terbarukan di Kalimantan Selatan. Tentu ini harus kita koreksi dengan langkah tegas ke depan,” imbuhnya sekaligus menutup dalam menanggapi pertanyaan moderator.

Menanggapi tudingan itu Sahbirin Noor membantah dengan argumentasi bahwa pemerintah Provinsi Kalsel telah memulai energi terbarukan bekerjasama dengan sejumlah pihak. Hal tersebut juga telah disampaikannya saat pemaparan visi – misi berkaitan dengan tema debat yakni Kesehatan, Infrastruktur, Sumber Daya Alam dan Energi.

Sebut Sahbirin, energi terbarukan yang telah dilakukan tersebut diantaranya bio solar dari kelapa sawit, pembangkit listrik tenaga angin 70 Megawatt dalam proses pembangunan di Tanah Laut.

“Jadi, apakah telinga anda mendengarnya salah. Kita tadi mengatakan bukan baru akan membangun persoalan tenaga terbarukan seperti yang anda sebutkan,” ujarnya.

“Yang jelas energi terbarukan, pembangkit tenaga air PLTA di bendungan Tapin, Bendungan Kusan di Tanah Bumbu, Bendungan Riam Kiwa, Bendungan Kina, Bendungan Jaro, dan Bendungan Pancur Hanang, banyak sekali. Jadi bukan bicara akan, kecuali anda baru akan,” imbuhnya.

Melihat prdebatan keduanya, Calon wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin menyebut apa yang dilakukan pemerintah dinilai selalu salah oleh Denny Indrayana.  Menurutnya, alangkah bagusnya debat diisi dengan adu argumentasi dan visi misi pemecahan masalah di bumi Lambung Mangkurat, bukan sebagai ajang menyalahkan kinerja pemerintah.

“Masyarakat bisa menilai ini, menyalahkan kami terus sampai saat ini menyalahkan kami. Padahal menyiapkan visi misi ini supaya masyarakat, oh inilah yang patut kami pilih,” ucapnya.

Bahkan Muhidin mengatakan data-data yang disebut Denny Indrayana tidak seimbang hanya beracuan BPS. Ia juga menyayangkan paslon nomor urut dua tersebut tidak menggali data dari dinas terkait di Pemerintah Provinsi Kalsel.

 

Biarkan Masyarakat Menilai

Usai penyelenggaraan debat, Ketua KPU Kalsel Sarmuji berharap debat malam ini bisa menjadi pertimbangan masyarakat Kalimantan selatan dalam menentukan pilihan pada Pilgub 9 Desember 2020 nanti.

“Semoga dengan berakhirnya debat ini, masyarakat bisa menilai dan menentukan pilhannya nanti saat 9 desember mendatang,” katanya.

Tak lupa, ia kembali mengajak masyarakat agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) demi perubahan kalsel untuk lima tahun kedepan agar menjadi lebih baik.

“Ayo datang Ke TPS. Namun dengan mematuhi protokol Kesehatan dengan benar, karena kita masih Pandemi,” imbaunya.

Menurutnya, KPU telah menyipakannsegala sesuatunya untuk menjamin kemananan masyarakat jika datang ke TPS nanti, salah satunya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita sudah siapkan segala sesuatunya untuk antisipasi ancaman Covid-19, jangan sampai terjadi kluster baru,” pungkasnya. 

Penulis: Salman/Iman Satria

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed