Rugikan Negara, FKPWK Apresiasi Kepolisian, Bea Cukai, dan APH

by adm barito post
0 comments 1 minutes read

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Maraknya rokok tanpa cukai berdampak terhadap daya beli masyarakat. Tampak daya beli masyarakat kelas bawah cendrung melemah terhadap rokok berpita cukai. Lalu rokok tanpa cukai lebih murah ketimbang rokok dengan pita cukai (resmi), sehingga masyarakat lebih banyak membeli ke arah yang ilegal.

Baca Juga: Peserta FUN BIKE HST Menyala Membludak

“Memang pemerintah perlu memikirkan, bagaimana cukai dan pajak yang dikenakan untuk rokok dapat diklasifikasikan, dan bisa lebih murah. Ini untuk menghindari rokok tanpa cukai beredar lebih luas dan masif,” ucap Pembina Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) H Junaidi, Kamis (13/8/2026).

Meski begitu, H Junaidi tetap mengapreasi bea cukai, kepolisian, dan aparat penegak hukum (APH) lainnya, yang terus secara berkelanjutan untuk menindak peredaran rokok illegal di Kalsel. “Kita apresiasi kepolisian, bea cukai, dan apparat terkait lainnya,” tambah H Junaidi.

Menurutnya, rokok dengan pita cukai mampu menjadi kontribusi bagi pendapatan negara. “Kami berharap rokok yang beredar di pasaran, semuanya ada pita cukai,” paparnya.

Baca Juga: Peserta FUN BIKE HST Menyala Membludak

Berdasarkan data peredaran rokok tanpa cukai atau rokok ilegal menyebabkan kebocoran keuangan negara diperkirakan mencapai sekitar Rp25 triliun hingga Rp60 triliun setiap tahunnya, dari total potensi penerimaan cukai rokok nasional yang berada di kisaran Rp200 triliun.

Komponen Kerugian mencakup dari tidak terbayarnya penerimaan cukai, pajak rokok daerah, serta Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT).

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar