Barabai, BARITOPOST.CO.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam mengelola Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan penguatan kapasitas dan mitigasi pengelolaan Dana BOSP dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Ahmad Ulfi, Sabtu (19/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memastikan pengelolaan Dana BOSP di satuan pendidikan berjalan tertib, transparan dan akuntabel.
Menurutnya, pengelola Dana BOSP perlu memiliki pemahaman yang sama terkait ketentuan penggunaan hingga pelaporan anggaran.
“Selain sebagai upaya pengamanan tata kelola dan akuntabilitas pelaporan keuangan sekolah, kegiatan ini juga untuk meluruskan miskonsepsi tentang penggunaan Dana BOSP, sehingga pemanfaatannya benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan,” ujar Anhar.
Ia menegaskan, penggunaan Dana BOSP tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi. Anggaran tersebut juga harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan sekolah dan mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Sementara itu, narasumber Kemendikdasmen RI Ahmad Ulfi mengingatkan satuan pendidikan agar segera merealisasikan Dana BOSP sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Ia juga meminta sekolah memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan dalam pelaksanaan maupun pengelolaan belanja Dana BOSP.
“Penggunaan dan realisasi Dana BOSP harus memperhatikan juknis. Satuan pendidikan juga perlu senantiasa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar pelaksanaan dan pembelanjaan Dana BOSP tetap tertib,” jelasnya.
Kegiatan tersebut diikuti 89 peserta secara luring. Sementara kepala satuan pendidikan jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) mengikuti kegiatan secara daring.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan HST mendorong pengelolaan Dana BOSP di satuan pendidikan semakin tertib, akuntabel dan tepat sasaran, sehingga dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah. (*)
Follow Google News Barito Post