oleh

Reka Ulang Kasus “Nasi Bungkus”Berdarah Dijaga Ketat

ADEGAN KAPAK-Alpin saat diserang Deni menggunakan kapak, hingga tewas karena diserang di kepala, leher dan punggung pada adegan ke 20 dan 21, dalam reka ulang kasus  “nasi  bungkua berdarah” disaat pesta miras tersebut.(foto:ist).

Ada Isu Keluarga Korban Intai Pelaku

Banjarmasin, BARITO

Kasus pembunuhan korban bernama Alpian yang tewas disabet kapak oleh tersangka Deni Renaldi alias Deni (22) direka ulang Senin (10/9) pagi. Rekonsktruksi itu digelar di halaman Polsekta Banjarmasin Selatan, di Jalan Tembus Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan dijaga ketat, demi keamanan tersangka

Saat itu beredar isu keluarga korban mengintai pelaku warga Jalan Kelayan B Gang Baja, Kecamatan Banjarmasin Selatan  itu di Mapolsek.  Sehingga terlihat rekon mendapatkan pengamanan ketat dari beberapa polisi bersergam alias Bhabinkamtibmas setempat. Dalam reka ulang, tersangka memeragakan 25 adegan yang terjadi pada  Minggu (20/8) sekitar pukul 01.00 Wita.

Saat itu tersangka bersama 10 orang saksi, melakukan pesta miras oplosan, hanya karena gara-gara nasi bungkus pelaku dimakan korban tanpa permisi. Korban warga Pemangkih Tengah  Kabupaten Banjar itu dibantai di tempat kejadian perkara  atau TKP  di kawasan Jalan Kelayan B, Gang Nurul  Huda RT 07.

Bermula saat mereka pesta miras saksi Edi Rosadi alias Edi membelikan nasi bungkus ke warung untuk tersangka Deni. Usai dari warung, Edi menyerahkan nasi bungkus dan diletakkan di depan kursi tempat tersangka duduk. Tak lama kemudian korban Alpian memakan nasi bungkus milik tersangka tanpa seizin pelaku.

Merasa lapar, lalu tersangka makan nasi yang dibelikan oleh saksi. Namun tersangka merasa jengkel nasi miliknya dimakan korban. Lalu tersangka pergi ke rumah mengambil kapak kemudian menuju tempat pesta miras tadi.. Beberapa menit kemudian pada saat korban mau pulang, tiba-tiba tersangka mengambil Kapak. Kemudian pada saat posisi korban membelakangi tersangka, tersangka langsung membacok ke bagian kepala korban.

Korban meninggal dunia empat hari kemudian setelah dalam perawatan di RSUD Ulin. Reka ulang dipimpin langsung Kapolsekta Banjarmasin Selatan Kompol Najamuddin Bustari dan Kanit Reskrim Iptu Sisworo Zulkarnain.

“Pada saat adegan ke 20 dan 21 dan korban diserang pakai kapak tiga kali, di kepala, leher dan punggung,”sebutnya.  Sementara isu terkait penjagaan ketat dari BKTM dan anggota setempat karena ada kabar penyerangan dari keluarga korban  dibantah Najamudin. “Hal itu memang sesuai prosedur rekon karena dilakukan secara terbuka dan masyarakat boleh melihatnya dari luar Polsek,”singkat kapolsek. ndy/mr’s

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed