Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Kemarau ekstrem yang terjadi hingga sekarang ini menimbulkan berbagai penyakit. Tak hanya gangguan saluran pernapasan (ISPA) karena kabut asap, banyak warga juga menderita diare.
Catatan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, sedikitnya sudah ada 355 warga yang mengeluh diare yang dimulai dari mual-mual, muntah, pusing, dan gejala diare lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, menyampaikan, keluhan penyakit diare menjadi tren kedua setelah ISPA.
Penderitanya sekarang berjumlah 355 orang, yang diambil dari seluruh puskesmas di Banjarmasin.
Hal ini terjadi karena faktor lingkungan dan pola hidup kurang bersih. Adapun faktor lingkungan karena kemarau yang menyebabkan krisis air bersih dan di Banjarmasin pun kini telah terjadi intrusi air laut dimana air sungai sudah terkontaminasi kadar garam yang tinggi.
“Kemarau ini penderita diare meningkat setiap pekannya, sekarang berjumlah 355 orang. Ini terindikasi karena krisis air bersih serta suhu panas yang mempercepat pertumbuhan kuman,” tuturnya.
Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatannya dan pencegahan (preventif, seperti
* Cuci tangan dengan sabun: Biasakan mencuci tangan di air mengalir sebelum makan, sebelum mengolah makanan, dan setelah dari toilet.
* Konsumsi air bersih: Pastikan air minum sudah dimasak hingga mendidih sempurna.
* Jaga kebersihan makanan: Cuci bersih bahan makanan dan hindari jajan di tempat yang tidak higienis.
* Kelola sampah dengan benar: Tutup tempat sampah agar tidak memicu kedatangan lalat yang bisa hinggap di makanan.
Follow Google News Barito Post