Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat kerja (raker), Sabtu (24/10/2026) di Hotel Aria Barito Banjarmasin. Forum ini menjadi momentum untuk mematangkan program kerja masa bakti 2026-2031 sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) KORMI 2027 di Kabupaten Tapin dan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX Tahun 2027 Kota Palu.
Ketua KORMI Kalsel, H. M. Syarifuddin, mengatakan rapat kerja merupakan tindak lanjut dari amanat saat pelantikan pengurus. Melalui forum ini, KORMI Kalsel ingin menyusun program yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah dan KORMI nasional.
“Hari ini kita menyelesaikan program kerja ke depan, bagaimana KORMI bisa bersinergi dengan program-program provinsi maupun KORMI nasional,” ujarnya.
Persiapan Forprov KORMI di Kabupaten Tapin, lanjutnya, menjadi salah satu agenda penting yang dibahas. Selain itu, KORMI Kalsel juga mulai mempersiapkan diri menghadapi Fornas IX agar kontingen Banua mampu berpartisipasi secara maksimal.
Karena itu, program kerja yang disusun diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga masyarakat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Febriadin Hafiz, menegaskan olahraga masyarakat memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Oahraga masyarakat bukan sekadar hiburan, melainkan sarana untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, produktif, sekaligus menjaga kebersamaan dan melestarikan budaya Banua. Ketika masyarakat bergerak, sesungguhnya pembangunan sedang berlangsung,” demikian pesan Gubernur yang disampaikan Febriadin.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan akibat penyesuaian transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja, termasuk dukungan anggaran bagi organisasi olahraga.
Mengacu pada Permendagri Nomor 17 Tahun 2026 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027, penganggaran harus berbasis kinerja. Dukungan kepada organisasi, termasuk melalui hibah, perlu disusun secara spesifik, terukur, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini bukan berarti perhatian pemerintah kepada olahraga masyarakat berkurang. Justru di tengah keterbatasan, kita harus memastikan setiap rupiah memberi manfaat yang nyata dan terukur bagi masyarakat,” pesannya.
Karena itu, KORMI Kalsel diminta memperkuat tata kelola organisasi, mulai dari perencanaan program, pengelolaan anggaran, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.
Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara tiga pilar pembangunan olahraga di Kalsel, yakni KONI yang berfokus pada olahraga prestasi, KORMI pada partisipasi dan rekreasi masyarakat, serta NPCI pada olahraga disabilitas.
KORMI diharapkan mampu memperluas partisipasi olahraga hingga ke seluruh kabupaten/kota, dengan menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai anak-anak, pemuda, perempuan, lanjut usia, hingga penyandang disabilitas.
Selain mengandalkan dukungan pemerintah daerah, KORMI juga didorong membangun kemitraan dengan dunia usaha, komunitas, dan berbagai pihak untuk memperkuat pendanaan serta memperluas jangkauan kegiatan olahraga masyarakat.
Panitia pelaksana rapat kerja, Arif Rahman Hakim, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti perwakilan induk organisasi olahraga masyarakat (Inorga) serta pengurus KORMI kabupaten/kota se-Kalsel.
Dari total 62 Inorga dan 13 kepengurusan KORMI kabupaten/kota yang menjadi bagian dalam kegiatan tersebut, lebih dari 40 peserta telah hadir. Sementara peserta lainnya masih dalam perjalanan dan telah menyampaikan konfirmasi melalui surat mandat.
Arif mengatakan, ada sejumlah agenda utama yang dibahas, di antaranya pematangan program kerja organisasi masa bakti 2026-2031, persiapan Forprov KORMI 2027 di Kabupaten Tapin, serta penyesuaian tata kelola organisasi terhadap ketentuan penganggaran terbaru.
“Kami mempersiapkan Festival Olahraga Provinsi yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tapin tahun 2027. Hari ini KORMI Kabupaten Tapin akan mempresentasikan sejauh mana persiapan mereka,” jelasnya.
Melalui presentasi tersebut, pengurus KORMI kabupaten/kota dan perwakilan Inorga diharapkan dapat memberikan masukan serta berdiskusi mengenai berbagai aspek penyelenggaraan. “Sehingga Forprov mendatang berjalan maksimal dan memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga masyarakat di Kalsel,” ucapnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post