oleh

PWNU Kalsel dituntut Berikan Karya Monumental

-Home-1.484 views

Banjarmasin, BARITO
H Abdul Haris Makkie akhirnya dilantik dan dikukuhkan menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk masa bakti 2018-2023.
Abdul Haris yang kini menjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel ini dilantik Wakil Ketua Umum PBNU pusat KH Marsudi Syuhud pada Muskerwil PWNU Kalsel di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin kemarin. Turut dilantik, Ketua Syuriah PWNU Kalsel KH Muhammad Ramli beserta jajarannya yang dipilih pada Konferwil NU Kalsel akhir Desember 2017 lalu.
KH Marsudi berpesan, agar PWNU Kalsel yang baru ini harus memberikan karya yang monomental, sehingga karya tersebut menjadi sejarah bagi generasi NU nantinya. “Harus bisa dibacakan dan diceritakan anak-anak dan cucu kita nantinya, seperti karya-karya pimpinan NU terdahulu,” ujarnya.
Dia menyatakan, PBNU tidak menginginkan para pengurus NU yang hanya nebeng nama saja di NU, namun tidak ada sumbangsihnya bagi kebesaran agama dan negera secara ikhlas.
“Kalau cuma nyantol-nyantol nama saja jadi pengurus NU itu adalah Zhalimun linafsih atau menzholimi dirinya sendiri. Harusnya berani menjadi pengurus, harus berani berkarya dan meninggalkan warisan,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Abdul Haris berjanji akan membawa NU Kalsel lebih maju lagi di wilayahnya, utamanya membesarkan serat mengembangkan dunia pendidikan Islam dan sosial keagamaan.
“Langkah pertama ini kita akan konsulidasi dulu dengan pengurus wilayah kabupaten/kota,” ujarnya.
Termasuk juga, ujarnya, soal aset-aset yang dimiliki PWNU Kalsel selama ini, diantaranya gedung dan perguruan tinggi. “Kita akan buat trasparan semuanya demi umat nahdiyyin,” tuturnya.
Terkait langkah politik PWNU Kalsel pada Pemilu 2019 nanti, Haris Makkie menegaskan, akan menunggu intruksi PBNU pusat. “Istilahnya kita sebagai anak akan menunggu istruksi dari bapaknya, itu saja,” ucapnya.
Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang menghadiri pelantikan para pengurus PWNU Kalsel tersebut berharap, warga nahdiyyin bisa terus membantu keamanan, kedamaian daerah ini.
Sebab, mayoritas umat Islam di daerah ini, ujar dia, adalah warga nahdiyyin.
“Karenanya keberadaan PWNU di daerah ini sangat penting, dan pemerintah provinsi akan selalu bekerjasama dan bimbingan bagi menjaga keamanan dan kedamaian, termasuk juga untuk pembangunan daerah lebih maju,” paparnya.
Sahbirin menyatakan, bangsa ini masih dibelenggu oleh kebodohan, keterbelakangan dan penyalahgunaan narkoba, sehingga partisipasi semua elemen masyarakat, termasuk warga nahdiyyin sangat diharapkan untuk mengatasinya. “Mari kita bersama bergerak maju membangun daerah ini agar bisa sejahtera,” pungkasnya. slm/ant

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed