oleh

Proses pembangunan RS Sultan Suriansyah yang hampir rampung.

-Bandarmasih-1.046 views

Banjarmasin, BARITO – Sebelum operasionalnya Rumah Sakit Sultan Suriansyah akhir 2019 nanti. Pemko Banjarmasin terlebih dulu membentuk Lembaga Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) untuk bergabung ke Arsada Kalsel.

Mengapa demikian, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Lukman mengatakan, karena lembaga tersebut merupakan yang memberikan masukan bagaimana cara mengoperasionalkan dan memanajemen rumah sakit nantinya.

“Maka dari itu Arsada Kota Banjarmasin ini segera dibentuk mengingat untuk kepentingan rumah sakit nantinya,” Katanya di Balaikota Banjarmasin, Jumat (16/11).

Kapan Arsada Banjarmasin dibentuk, Lukman menyatakan, saat ini pihaknya sudah meluai melakukan pembentukan tim, dimana itu nantinya siapa yang akan ditunjuk sebagai direksi dan awak rumah sakit.

“Tidak lama lagi ini sudah dibentuk karena kami sudah finalisasi, mungkin sekitar awal tahun depan sudah ada,” bebernya.

Lukman melanjutkan, Arsada ini ada karena sebagai lembaga resmi untuk koordinasi apabila rumah sakit di Kalsel mengalami kesulitan misalnya opersional atau masalah lainnya. Arsada akan memberikan solusinya.

“Jadi Arsada ini tidak hanya untuk membantu operasional rumah sakit baru, namun rumah sakit yang lama  juga dinaungi Arsada. Itu karena untuk mengatasi masalah rumah sakit,” jelasnya.

Arsada ini dibentuk resmi melalui pemerintah Pusat berdasarkan Undang-undang dasar. Siapa saja struktur organisasi Arsada ini, Lukman menjawab, tentu yang mengisi adalah jajaran direksi rumah sakit itu sendiri. “Karena UPT Saat ini direksi RS Sultan Suriansyah akan diambil dari ASN dan akan membutuhkan tenaga ASN bidang kesehatan, dimana saat ini kami membutuhkan formasi 231 tenaga teknis kesehatan,” katanya.

Dari penerimaan ASN yang baru saja dilaksanakan ini, Lukman berharap formasi diatas terpenuhi kalau tidak pihaknya akan mengambil tenaga medis dari Puskesmas yang ada di Banjarmasin. Misalnya rumah sakit membutuhkan tenaga ahli yang bisa mengatasi gawat darurat, tentu dari Puskesmas yang ahli bidang itu akan dipakai tenaganya.

“Sementara ini kami mengharap tenaga medis dari peserta CPNS yang lolos, jadi belum penerimaan yang khusus lagi,” tutupnya. dan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed