Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID – Pengurus Provinsi (Pengprov) Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kalimantan Selatan (Kalsel) kini memiliki ketua umum baru. Organisasi olahraga tersebut resmi dinahkodai Yadi Mahendra Muhyin yang dilantik, Sabtu (16/5/2026) di Grand Qin Hotel Banjarbaru.
"Sebagai pengurus baru, tentu memiliki target agar Baseball dan Softball kembali kemasa kejayaan dan bisa lolos PON mendatang," ungkap Yadi Mahendra Muhyin usai dilantik menggantikan H. Purnawarman yang mengundurkan diri sebelum masa kepengurusan berakhir.
Ia menyebut, Kalsel pernah mencatat sejarah dengan meraih medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), namun dalam dua edisi terakhir gagal lolos ke multi even olahraga empat tahunan tanah air.
"Target lolos PON tidak bisa diraih secara instan. Dibutuhkan perjuangan panjang melalui pembinaan atlet usia dini, sosialisasi olahraga baseball dan softball ke sekolah-sekolah, hingga penyediaan pelatih yang kompeten," jelasnya.
Olahraga ini, menurutnya, memang belum terlalu familiar seperti cabang olahraga lain. "Jadi kita harus aktif melakukan sosialisasi ke sekolah, anak-anak dan remaja agar atlet-atlet bisa tumbuh dan berkembang,” katanya.
Selain pembinaan, pihaknya juga berencana menggelar turnamen dan kompetisi secara rutin sebagai wadah mengasah kemampuan atlet. “Setelah dilatih, atlet-atlet ini harus diasah lewat turnamen-turnamen rutin yang akan kita adakan ke depannya,” bebernya.
Yadi juga menyoroti masih minimnya kepengurusan cabang Perbasasi di kabupaten dan kota di Kalsel. Dari 13 daerah, saat ini baru enam yang memiliki pengurus cabang aktif. “Target kami minimal 80 persen kabupaten dan kota sudah memiliki pengurus cabang. Mereka nantinya menjadi kepanjangan tangan untuk pembinaan atlet di daerah,” terangnya.
Pengembangan olahraga baseball dan softball, lanjutnya, juga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai, terutama lapangan dan peralatan latihan yang sesuai standar.
“Tidak hanya mencari atlet, tempat latihan juga harus tersedia. Peralatan olahraga ini juga tidak murah, jadi memang perlu usaha dan konsistensi,” ucapnya.
Terkait fasilitas latihan, Yadi mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan pembangunan lapangan khusus baseball dan softball kepada pemerintah daerah. Saat ini Perbasasi Kalsel masih menggunakan lapangan di ULM Banjarbaru sebagai tempat latihan.
“Alhamdulillah kami sudah berbincang dengan Pak Kadispora Kalsel dan beliau sangat mendukung. Proposal sudah kami sampaikan, mudah-mudahan segera terealisasi sehingga atlet bisa latihan dengan standar yang baik.
Rencananya, sambungnya, lokasi lapangan tersebut berada di kawasan samping lapangan golf yang memiliki lahan kosong. "Dinilai memungkinkan untuk dikembangkan menjadi fasilitas olahraga baseball dan softball," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Organisasi Perbasasi Pusat, Chandra Samad mengatakan, sekarang Perbasasi Kalsel memiliki PR mengembalikan kejayaan dan prestasi atlet agar kembali berbicara di tingkat nasional.
"Pembinaan usia dini menjadi kunci utama dalam mencetak atlet berprestasi di masa depan. Termasuk membutuhkan lapangan luas, banyak pemain, serta peralatan khusus," imbuhnya.
Selain pembinaan, Chandra menilai popularitas baseball dan softball juga harus kembali ditingkatkan di kalangan generasi muda. Banyak anak-anak saat ini yang belum mengenal olahraga tersebut.
“Ini tantangan besar kita bagaimana mempopulerkan kembali baseball dan softball agar dicintai masyarakat dan generasi muda,” katanya.
Ia mencontohkan upaya promosi yang pernah dilakukan di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan melibatkan atlet softball dalam kegiatan car free day menggunakan atribut lengkap sehingga menarik perhatian masyarakat.
“Hal seperti ini juga bisa dilakukan di daerah agar olahraga ini kembali dikenal luas,” pungkasnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post