Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – apat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Februari 2026 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.
Baca Juga: DPRD Kalsel Minta Lengkapi Data Amdal dan Alih Fungsi Lahan Rencana Bangun Stadion Internasional
Perekonomian global masih menunjukkan kinerja yang relatif baik sejalan dengan penguatan kinerja manufaktur global dan tren pemulihan keyakinan konsumen. Namun demikian, peningkatan tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi pada awal 2026, termasuk di Timur Tengah serta dinamika kebijakan perdagangan AS, menjadi downside risk yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan global.
Perekonomian AS pada kuartal IV 2025 terpantau tumbuh 1,4 persen qtq, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,5 persen, didorong oleh government shutdown dan pelemahan konsumsi, di tengah pasar tenaga kerja masih relatif solid. Tekanan inflasi kembali meningkat dan sejalan dengan perkembangan tersebut, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada pertengahan tahun mulai menurun, dengan kecenderungan kebijakan suku bunga higher for longer.
Baca Juga: DPRD Kalsel Minta Lengkapi Data Amdal dan Alih Fungsi Lahan Rencana Bangun Stadion Internasional
Di kawasan Asia, perekonomian Tiongkok masih menghadapi tekanan permintaan domestik di tengah berlanjutnya krisis sektor properti, meskipun kinerja eksternal masih mencatatkan surplus.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, dari sisi domestik, perekonomian Indonesia di kuartal IV 2025 mencatat pertumbuhan yang solid yaitu sebesar 5,39 persen yoy, sehingga secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh 5,11 persen.
“Inflasi headline meningkat terutama akibat efek basis rendah tahun sebelumnya. Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di zona optimistis meskipun menunjukkan moderasi dan aktivitas manufaktur tetap berada dalam fase ekspansif pada awal 2026,” ujarnya.
Disisi lain, penyelenggaraan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) tahun 2026 sebagai kampanye nasional keuangan syariah yang dilaksanakan secara kolaboratif dengan Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJKS), Self Regulatory Organization (SRO), asosiasi industri, kementerian/lembaga, serta pemangku kepentingan terkait di pusat dan daerah.
Baca Juga: DPRD Kalsel Minta Lengkapi Data Amdal dan Alih Fungsi Lahan Rencana Bangun Stadion Internasional
Dalam rangka menyemarakkan GERAK Syariah, OJK memiliki 2 besaran kegiatan utama, yaitu:
- Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah (KOLAK), yang merupakan kegiatan edukasi keuangan syariah bagi masyarakat dan dilaksanakan dalam beberapa bentuk kegiatan seperti webinar, bincang syariah, publikasi ramadhan, konten Ramadhan dan lainnya. Selama 1 sampai dengan 20 Februari 2026, telah dilaksanakan beberapa kegiatan KOLAK, yaitu:
1) SiCantiks (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah) yang merupakan program Training of Trainers kepada perempuan/Ibu Rumah Tangga untuk membentuk duta literasi keuangan syariah dan meningkatkan pemahaman mengenai keuangan syariah, waspada aktivitas keuangan ilegal, dan pengelolaan keuangan yang bijaksana. Kegiatan SiCantiks telah dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2026 bersama PNM dengan capaian sebanyak 2.192 peserta.
2) OJK Cerdas (Capacity Building Edukasi dan Literasi Keuangan Duta Se-Indonesia) yang merupakan kegiatan pelatihan berkala yang diberikan kepada para anggota duta literasi keuangan OJK, sehingga mereka memiliki kapasitas dan kapabilitas yang baik dalam menjadi duta literasi keuangan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2026 dengan tema “Berkah itu Direncanakan: Keuangan Syariah Menyongsong Ramadan” dengan capaian sebanyak 251 peserta.
- Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan (KURMA), yang merupakan rangkaian lomba guna menyebarluaskan literasi keuangan syariah serta menyemarakkan momentum Ramadan.