oleh

Pemprov Akan Fasilitasi Kredit Peternak 

Banjarbaru, BARITO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan mengusahakan untuk mendorong kemudahan kredit perbankan bagi peternak.

Apalagi saat ini sebagian besar wilayah Kalsel dilanda bencana banjir yang menyebabkan kerugian bagi peternak.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Drh Hj Suparmi mengungkapkan,

Pemprov Kalsel sedang berupaya keras melakukan pemulihan di sektor peternakan.

“Salah satunya akan memfasilitasi kemudahan peternak untuk mengakses ke perbankan dalam hal mendapatkan pinjaman modal usaha pasca banjir,” ujarnya, Kamis (11/2/2021).

Permasalahan yang dihadapi peternak, imbuhnya, harus diatasi dengan cepat, demi kelangsungan usaha.

Apalagi, sebut Suparmi, peternak merupakan salah satu tulang punggung menjaga ketersediaan pangan asal hewan di Kalsel.

“Petani dan peternak berharap meminta kemudahan mendapatkan pinjaman kredit tanpa bunga,”jelasnya.

Suparmi mengatakan, sesuai instruksi Gubernur Kalsel, H.Sahbirin Noor, (yang saat ini sudah habis masa jabatannya, red) sektor perkebunan dan peternakan harus menjadi perhatian setelah musibah banjir ini. Salah satu perhatian atau dukungan dari pemerintah misalnya melalui program pemulihan dan pembinaan yang intensif.Sehinggga bisa terjaga ketersediaan pangan asal hewan di Kalsel.

Suparmi menegaskan, setelah dilanda bencana alam seperti banjir, roda perekonomian khususnya di sektor peternakan jangan sampai terhenti.

“Selain memberikan bantuan bibit, kami juga mendorong agar peternak bisa mengembangkan usaha lebih bagus lagi, sehingga Kalsel dapat terjaga ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Tentunya peran kawan-kawan di perbankan juga kami harapkan mendukung program pemulihan di sektor peternakan,” bebernya.

Dia mengungkapkan, sektor peternakan dari beberapa unit usaha telah mampu menyerap tenaga kerja ribuan orang yang tersebar di sejumlah wilayah di Kalsel. Usaha peternakan meliputi peternakan ayam buras, ayam petelur termasuk juga  jenis peternakan besar seperti sapi dan kerbau.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa sub sektor pendukung peternakan juga menyerap tenaga kerja dan membuka peluang usaha. Apalagi, permintaan akan daging di daerah ini tergolong tinggi. Sub sektor tersebut  misalnya budidaya, penyaluran sarana produksi dan pembibitan

Untuk itu Pemprov Kalsel akan terus berkomitmen mendorong sektor peternakan agar dapat kembali pulih dan semakin berkembang setelah terdampak bencana banjir ini.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, di Kabupaten Banjar,  hewan ternak yang mati pasca banjir mencapai 98.970 ekor. Hewan ternak itu meliputibsapi, kerbau, kambing, itik, ayam pedaging, ayam petelur, dan burung puyuh.

Kerugian terbanyak adalah pada ternak itik dengan total 31.266 ekor, dan sapi 3 ekor. Diperkirakan, kerugian akibat banjir mencapai Rp.5.708.360.000. Belum termasuk di kabupaten lainnya di Kalsel. Saat ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel masih melakukan pendataan dalam hal kerugian dan dampak banjir di sektor peternakan secara keseluruhan.

Penulis: Cynthia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed