oleh

Pemilih Milineal Diharapkan Jadi Pelopor Penerapan Prokes

Banjarmasin, BARITO – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan sosialisasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak bagi pemilih pemula atau generasi milineal se Kalsel.

Sosialisasi diikuti 200 orang generasi muda yang didominasi mahasiswa itu dibuka Kepala Badan  Kesbangpol Provinsi Kalsel, Heriansyah, di Banjarmasin, Senin kemarin.

Heriansyah berharap pemilih pemula atau generasi milineal di Kalsel hendaknya menjadi pelopor penerapan protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid 19.

Penerapan Prokes itu, kata Heri (sapaan akrabnya) yakni mengedepankan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan prosentasi pemilih dan sebagai pendidikan politik bagi generasi muda agar jangan sampai pemilih pemula bersikap apatis terhadap politik.

“Saya optimis pemilih pemula di Kalsel lebih mengedepankan rasional ketimbang emosional dan paham terhadap isu-isu politik yang berkembang dan cerdas menyikapi serta tak golongan putih (golput),” katanya.

Menyinggung pemilih pemula di Kalsel, Heri menyebutkan berdasarkan data KPU Provinsi Kalsel jumlah pemilih pemula mencapai 277.777 orang.

“Dari sebanyak 277.777 orang pemilih milenial di Kalsel tersebut terbanyak berada di Kota Banjarmasin sekitar 55.802 orang, disusul Kabupaten Banjar 48.790 orang, Tanah Laut 29.248 orang dan Kabupaten Kotabaru 28.346 orang,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Kalsel, Sarmuji, SAg, MAg sebagai narasumber sosialisasi itu mengatakan bagi mahasiswa yang berasal dari daerah bisa menggunakan KTP untuk memilih pada Pilkada serentak  9 Desember nanti.

Namun demikian, kata Sarmuji, bagi pemilih dari kabupaten/kota hanya mencoblos satu surat suara yakni pemilihan gubernur dan wakil gubernur saja.

Dia menjelaskan, mengingat Pilkada serentakdilaksanakan di tengah pandemi Covid 19, maka pihaknya harus menyiapkan alat pelindung diri (APD) hal itu dimaksudkan untuk menjaga keamanan pemilih.

“Kita juga menggunakan sistem sisi pada pencoblosan, hal itu guna menghindari kerumunan pemilih sebagai salah satu upaya mencegah penyebaran atau klaster baru Covid 19,” katanya.

Penulis: Salman

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed