Bupati HST Buka Sosialisasi Pembinaan Pelayanan Kesehatan Atasi Soal Stunting

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read

Barabai, BARITOPOST.CO.ID Sebanyak 1.810 balita di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masih berstatus stunting berdasarkan data kesehatan tahun 2026.

Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena persoalan stunting dinilai harus ditangani sejak awal, bahkan sejak masa kehamilan.

Hal itu disampaikan Bupati HST Samsul Rizal saat membuka Sosialisasi Pembinaan Pelayanan Kesehatan di Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKD/K) dan Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil Bermasalah Gizi di Aula Kecamatan Batu Benawa, Rabu (3/6/2026).

Menurut Samsul Rizal, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, tetapi berdampak terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar hingga produktivitas generasi mendatang.

Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, termasuk saat ibu masih mengandung.

“Penanganan stunting harus dimulai dari akarnya, yaitu memastikan ibu hamil sehat, tercukupi gizinya dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” ujarnya.

Ia memaparkan, dari 4.834 ibu hamil di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebanyak 506 orang atau 10,47 persen mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Selain itu, sebanyak 423 ibu hamil atau 8,75 persen tercatat mengalami anemia.

Kondisi tersebut turut berdampak pada angka kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Dari 1.579 kelahiran yang tercatat, sebanyak 115 bayi atau 7,29 persen lahir dengan berat badan di bawah standar.

Samsul Rizal menilai persoalan gizi ibu hamil tidak hanya dipengaruhi faktor kesehatan, tetapi juga kondisi sosial ekonomi, pola konsumsi, tingkat pengetahuan keluarga hingga sanitasi lingkungan.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan hingga keluarga untuk terlibat dalam upaya pencegahan stunting.

“Kita ingin membangun generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas. Karena keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari banyaknya fasilitas yang dibangun, tetapi dari semakin sehatnya masyarakat yang kita layani,” katanya.

Kegiatan tersebut diikuti jajaran Dinas Kesehatan HST, kepala puskesmas, kader kesehatan, para pembakal, Ketua TP PKK desa serta sejumlah kepala sekolah di Kecamatan Batu Benawa. (*)

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar