oleh

Pasar Terapung Murni Budaya Urang Banjar

-Bandarmasih-968 views

Banjarmasin, BARITO – Pelaksanaan Festival Pasar Terapung di Lok Baintan oleh Pemkab Banjar beberapa hari lalu meninggalkan ketersinggungan soal pedagang Pasar Terapung yang ada di Siring Banjarmasin.

Adapun permasalahannya itu, Bupati Banjar H Khalilurrahman yang akrab disapa Guru Khalil mewanti bahwa Pasar Terapung dari Lok Baintan ‘Acil jukung’ itu jangan sampai diklaim milik Banjarmasin.

Padahal itu tidak sama sekali, menurut Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Mokhammad Khuzaimi, yang mengatakan keberadaan ‘Acil jukung’ berdagang di Banjarmasin justru mendapat binaan dari Pemko Banjarmasin.

Zimi juga mengumbar sejarah Pasar Terapung yang merupakan budaya masyarakat Banjar. Ia mengatakan dalam sejarah Banjarmasin ratusan tahun silam, wilayah Banjarmasin yang disederhanakan menjadi Banjar itu meliputi Kalteng, Kaltim, Kalsel.

Kemudian saat ini terbagi menjadi masing masing wilayah administrasi. Namun, pada intinya Zimi mengutarakan Acil Jukung dari Lok Baintan itu ” Yaa urang Banjar juga,” tuturnya.

Dulu, ujar Zimi menambahkan, orang-orang Lok Baintan dan Sungai Tabuk berdagang ke Banjarmasin, melewati Sungai Achmad Yani dan Sungai Veteran,

Selain itu pedagang Lok Baintan juga berdagang di Pasar Harum Manis. Tidak itu saja, aktivitas berdagang di jukung juga ada di Samarinda, Kapuas, Amuntai dan daerah lainnya, ” Meskipun itu mereka itu disebut juga orang Banjar bukan orang Lok Baintan, bahkan semua warga di Kalsel disebut orang Banjar, ya karena itu kebiasaan sebutan sejak dulu,” ucapnya.

Pasar terapung sejak dulu dikenal dari Lok Baintan. Saking kentalnya aktiviats pasar terapung yang ada di Jembatan Pasar Lama dan Jembatan Dewi, termasuk di Muara Kuin. Sebagian pedagangnya merupakan dari Lok Baintan.

“Bukti itu dikuatkan dengan dokumentasi zaman penjajahan Belanda dulu, pasar terapung adalah budaya Banjar, baik itu yang ada di Banjarmasin maupun yang di Lok Baintan ,” bebernya.

Pembinaan Acil Jukung oleh Pemko Banjarmasin sebenarnya semata mata bertujuan untuk melestarikan budaya pasar terapung yang merupakan khas kebudayaan Banjar. “Ini adalah budaya Banjar yang harus di lestarikan,” tutupnya. dan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed