oleh

Partai NasDem Kalsel Salat Gaib

-Home, Nasional-1.402 views

Banjarmasin, BARITO-Partai NasDem Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu  (3/10), menggelar Salat Gaib untuk Korban Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Kegiatan berlangsung di di halaman kantor DPW Partai NasDem Kalsel Jalan A Yani Km 8 Kertak Hanyar Kabupaten Banjar.

Ketua DPW Partai NasDem Kalsel H Guntur Perwira mengungkapkan, pelaksanaan salat gaib untuk korban bencana gempa bumi dan tsunami oleh kader Partai NasDem.

“Semoga amal ibadah para korban diterima Allah SWT,” ujar Guntur Perwira saat memberikan sambutan, Rabu malam (3/10).

Ia menuturkan, seharusnya DPW Partai NasDem pada saat ini sesuai jadual menggelar pembekalan 550 caleg Partai NasDem. Namun karena adanya musibah bencana gempa bumi di Palu dan Donggala maka pembekalan caleg NasDem pun ditunda. “NasDem konsen mengirimkan bantuan logistik dan relawan ke Palu dan Donggala untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami,” ujarnya.

Sejumlah ulama dari Pakistan pun turut bergabung saat pelaksanaan shalat magrib dan shalat ghaib di Partai NasDem.

Jeda magrib dan Isya diisi oleh ustadz Hasanuddin alias Ustadz Gaul yang berharap agar jangan saling meremehkan dan menghina apalagi menjelang Pemilu 2019 ini. “Mari kita sama-sama menjaga persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.

Dewan Pakar DPW Partai NasDem H Anasi menyatakan rasa prihatin yang mendalam. “Semoga musibah tersebut bisa menjadi ujian menguatkan iman dan kesabaran bagi yang terkena musibah maupun bagi yang lain,” kata caleg DPR RI ini.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh elemen kader Partai NasDem untuk berdoa bersama bagi para korban baik yang meninggal maupun yang sakit. “Kita perbanyak doa agar senantiasa amal ibadah kita diterima Allah SWT,” beber pengusaha ternama ini.

Senada itu, Sjachrani Mataja yang turut hadir pada shalat ghaib berjamaah tersebut mengapresiasi Partai NasDem yang selalu cepat dalam membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang terkena musibah gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. “Kita tingkatkan soliditas dan kebersamaan, agar setiap aktivitas dapat kita rasakan secara bersama-sama,” imbuh Caleg DPR RI ini.

Hadir Anggota DPRD Provinsi Kalsel Hj Gusti Miftahul Chotimah, Caleg DPRD Provinsi Kalsel HA Rozani, Hj Helda Larasaty, Hj Ratih, Caleg Kota/Kabupaten, serta sejumlah petinggi Partai NasDem, dan anak panti asuhan Pesona Modern.

Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Nasri, SIK MH danjajaran. menggelar Salat Gaib berjamaah di Mesjid Al Muhtadin Mapolda Kalsel, Senin (1/10). Aksi ini sebagia bentuk kepedulian dengan korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Turut hadiri para Pejabat Utama dan beberapa personel Polda Kalsel. Kegiatan dimulai dengan melaksanakan salat gaib bersama kemudian dilanjutkan dengan membaca Shalawat Nabi dan mendoakan untuk para korban gempa di Sulteng.

“Kita sengaja melaksanakan ibadah salat gaib berjamaah bersama Pejabat Utama (PJU) dan personel Polda Kalsel dengan tujuan untuk mendoakan para korban bencana alam gempa bumi dan tsunami yang menimpa warga Palu dan Donggala. Pada kesempatan ini, saya mewakili Polda Kalsel turut menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para korban gempa dan tsunami di Sulteng,” tutur Wakapolda Kalsel.

Seperti diketahui, gempa yang berkekuatan magnitudo 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada hari Jum’at (28/09 telah menyebabkan terjadinya tsunami.

Korban Gempa Capai 1.407 Orang

Korban tewas kembali meningkat menjadi 1.407 orang, dan dicemaskan terus bertambah. Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers Rabu (3/10) siang, mengungkapkan, sebagian korban tewas sudah dimakamkan secara masal.

“Sementara yang luka berat ada 2.549 orang, yang hilang ada 113 orang, dan yang tertimbun 152 orang. Adapun pengungsi jumlahnya lebih dari 73.000 orang,” kata Sutopo.

Para korban tewas itu tercatat 1.177 yang ditemukan di Palu, 153 orang ditemukan di kabupoaten Donggala, 65 orang ditemukan di Kabupaten Sigi dan 12 orang di Kabupaten Parigi Moutong.

“Ada pula permintaan dari kedutaan-kedutaan asing bahwa korban tewas yang merupakan warga asing agar jangan segera dikuburkan, untuk diidentifikasi terlebih dahulu. Namun sampai sekarang belum ada korban tewas yang ditemukan yang merupakan warga asing,” tambah Sutopo. afd/tem/kom/det

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed