Jakarta, BARITOPOST.CO.ID – OMRON Healthcare Indonesia bekerja sama dengan platform donasi Kitabisa menyalurkan 100 unit alat terapi pernapasan atau nebulizer untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Bantuan tersebut ditujukan kepada fasilitas kesehatan di Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarbaru.
Program bantuan yang diumumkan pada 13 Oktober 2026 itu menggunakan perangkat OMRON NE-C810. Dari total bantuan yang disiapkan, sebanyak 40 unit dialokasikan untuk Pontianak, Kalimantan Barat. Sementara itu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan, masing-masing memperoleh 30 unit.
Penyaluran ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap fasilitas kesehatan dalam menghadapi risiko gangguan pernapasan yang dapat meningkat akibat paparan asap kebakaran. Partikel halus PM2,5 dan berbagai polutan di udara dapat masuk ke saluran pernapasan serta memperburuk kondisi kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru.
Data Kementerian Kesehatan yang dicantumkan dalam keterangan program menunjukkan bahwa kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Barat mencapai 165.747 kasus sejak 1 Januari hingga awal Agustus 2026. Pada periode 10–16 Agustus 2026, Kalimantan Selatan melaporkan 18.423 kasus, sedangkan Kalimantan Tengah mencatat lebih dari 3.000 kasus.
Direktur OMRON Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan bahwa paparan kabut asap berpotensi memperberat keluhan pada masyarakat yang telah mengalami gangguan pernapasan. Oleh karena itu, dukungan terhadap fasilitas kesehatan dinilai penting agar pelayanan bagi warga terdampak dapat terus berjalan.
Menurut Tomoaki, penyaluran perangkat terapi inhalasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk membantu masyarakat menghadapi risiko kesehatan akibat pencemaran udara yang dipicu karhutla.
Sementara itu, Head of Brand Partnership Kitabisa, Andrew Deni Yonathan, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kerja sama ini juga menjadi bentuk dukungan bersama dalam membantu warga yang menghadapi dampak kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan.
Perangkat Terapi Inhalasi untuk Mendukung Pelayanan Kesehatan
Salah satu perangkat yang disalurkan dalam program ini adalah OMRON NE-C810, yaitu jenis compressor nebulizer yang berfungsi mengubah obat cair menjadi aerosol agar dapat dihirup melalui saluran pernapasan. Penggunaannya merupakan salah satu metode terapi inhalasi yang dapat direkomendasikan tenaga kesehatan untuk kondisi tertentu, termasuk asma dan gangguan pernapasan lainnya.
Perangkat tersebut dilengkapi teknologi Virtual Valve Technology (V.V.T.) yang dirancang untuk membantu mengurangi kehilangan obat selama proses inhalasi. NE-C810 juga dapat digunakan dengan masker maupun corong mulut, sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan.
Dari sisi spesifikasi, perangkat ini memiliki bobot sekitar 190 gram, ukuran partikel aerosol rata-rata 4,4 mikrometer berdasarkan pengukuran MMAD, serta laju nebulisasi sekitar 0,35 mililiter per menit. Tingkat kebisingannya tercatat sekitar 53 desibel.
Melalui penyaluran 100 unit perangkat tersebut, OMRON Healthcare Indonesia dan Kitabisa berharap fasilitas kesehatan di tiga wilayah tujuan memperoleh dukungan tambahan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
Meski demikian, penggunaan nebulizer tetap harus mengikuti petunjuk tenaga kesehatan. Alat ini membantu pemberian obat melalui inhalasi, tetapi bukan pengganti upaya mengurangi paparan asap maupun penanganan medis yang diperlukan. rel/ang
Follow Google News Barito Post