Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Penanganan kasus tabrak lari yang menewaskan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Dewi Fitriani (44), hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Meski mobil yang diduga terlibat telah diperiksa oleh Laboratorium Forensik (Labfor), Polresta Banjarmasin belum memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan penyidikan maupun status pengemudinya.
Pemeriksaan terhadap mobil berwarna silver tersebut dilakukan di halaman Satlantas Polresta Banjarmasin pada Rabu (8/7/2026) siang, dengan melibatkan tim Labfor yang didampingi penyidik kepolisian.
Sebelumnya, pihak Humas Polresta Banjarmasin sempat menginformasikan akan menggelar konferensi pers mengenai perkembangan kasus tabrak lari tersebut. Namun agenda itu dibatalkan dan hingga Kamis (9/7/2026) belum ada kepastian kapan keterangan resmi akan disampaikan kepada publik.
Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Embang Pramono mengatakan penjelasan terkait perkembangan perkara akan disampaikan langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Timbul Rein Krisman Siregar.
“Mohon maaf, untuk saat ini saya belum bisa memberikan keterangan. Nanti akan disampaikan langsung oleh Bapak Plh Kapolresta,” ujarnya singkat.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena sebelumnya Satlantas Polresta Banjarmasin menyatakan telah mengantongi identitas jenis kendaraan beserta nomor polisi yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 05.07 Wita di Jalan Brigjen H Hasan Basri, kawasan Kayu Tangi Ujung, sebelum Jembatan Alalak, saat korban sedang menjalankan tugas menyapu median jalan.
Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat, termasuk patah pada kaki kanan. Jenazah kemudian dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Adik korban, Achmad Yani (38), sebelumnya mengungkapkan bahwa kakaknya merupakan tulang punggung keluarga setelah sang suami meninggal dunia sekitar tujuh tahun lalu.
Korban meninggalkan tiga orang anak. Dua di antaranya sedang menempuh pendidikan di Jakarta melalui program beasiswa, sedangkan anak bungsunya juga tengah dipersiapkan melanjutkan pendidikan di ibu kota.
Korban diketahui tinggal di Jalan Cemara Gang Akasia 3, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.
Masyarakat kini berharap kepolisian segera menuntaskan penyidikan dan mengungkap secara terbuka hasil pemeriksaan Labfor serta status hukum pihak yang diduga bertanggung jawab dalam kecelakaan maut tersebut.
Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius
Follow Google News Barito Post