Menuju Babak Akhir Pilrek ULM, Tokoh Masyarakat Serukan Solidaritas Demi Keberlanjutan Prestasi Banua

Ketua Dewan Pembina Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) H Junaidi ( kiri ) dan Ketua DPP FKPWK Adv H. Rachmad Fadillah SH .

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Dinamika kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026-2030 kini memasuki babak krusial di tingkat kementerian, Selasa (8/9/2026).

Setelah melalui rangkaian proses administrasi yang ketat dan pemungutan suara ulang oleh Senat ULM pada 19 Agustus lalu, perhatian publik kini tertuju pada agenda wawancara mendalam bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tiga figur terbaik telah resmi mengantongi tiket menuju tahapan akhir tersebut. Berdasarkan hasil perolehan suara senat dan pengambilan ulang nomor urut, posisi kandidat ditempati Dr Rusmansyah, Drs, M.Pd (Nomor Urut 1), Prof Dr Ahmad, SE, MSi (Nomor Urut 2), dan Dr Iwan Aflanie, dr, MKes, SpF, SH (Nomor Urut 3).

Sesuai regulasi, penentuan rektor terpilih nantinya akan memperebutkan bauran suara strategis, yakni 65 persen hak suara dari Anggota Senat ULM dan 35 persen hak suara dari Menteri.

Dinamika Demokrasi Kampus yang Sehat

Adanya dinamika penyaringan ulang hingga pergeseran linimasa yang sempat mewarnai tahapan pemilihan ini dinilai berbagai pihak sebagai potret demokrasi yang wajar dan konstitusional.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pembina Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) H Junaidi menegaskan, riak perbedaan pandangan dalam proses suksesi kepemimpinan adalah hal yang lumrah.

Menurutnya, dinamika yang mengemuka harus dipahami secara jernih sebagai mekanisme kontrol (checks and balances) yang sehat demi menjaga akuntabilitas, transparansi, serta pemenuhan prosedur yang bersih.

Pandangan menyejukkan tersebut diperkuat Ketua DPP FKPWK Adv H Rachmad Fadillah, SH. Dirinya menyatakan harapan yang disuarakan H Junaidi pada dasarnya merepresentasikan keinginan kolektif seluruh warga Kalimantan Selatan.

Hal ini mengingat kedudukan strategis ULM sebagai perguruan tinggi tertua dan terbesar di Banua. Bagi masyarakat luar kampus, performa dan prestasi yang ditorehkan ULM tidak dapat dipisahkan dari reputasi dan martabat daerah Kalimantan Selatan di panggung nasional.

Kepemimpinan Solid sebagai Modal Utama

Lebih lanjut, FKPWK menyerukan pesan persatuan agar pasca-selesainya seluruh tahapan dan dikeluarkannya keputusan resmi dari kementerian, seluruh pihak dapat melebur kembali dalam satu barisan.

“Siapa pun figur yang nantinya ditetapkan sebagai rektor terpilih merupakan pemegang sah estafet kepemimpinan yang wajib didukung secara mutlak dan solid oleh seluruh elemen civitas akademika, mulai dari jajaran guru besar, dosen, tenaga kependidikan, hingga organisasi kemahasiswaan,” sebutnya.

Kesolidan internal inilah yang dipandang sebagai modal penentu yang paling utama. Sebab, di era kompetisi global dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi yang semakin ketat, prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional mustahil diwujudkan hanya melalui kerja keras satu orang pemimpin.

“Dibutuhkan kerja sama tim yang harmonis, iklim akademik yang kondusif, serta komitmen kebersamaan untuk terus melambungkan nama Universitas Lambung Mangkurat di panggung dunia,” tutup HR Fadillah.

Penulis: Arsuma

Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

Related posts

Lapangan Kerja Terbatas Dan Sulitnya Akses Usaha Mandiri Jadi Sorotan Wakil Rakyat

Relawan Damkar Tewas Tenggelam saat Padamkan Kebakaran di Zapri Zam-Zam Banjarmasin

Hadapi Krisis Air, PAM Bandarmasih Siapkan Solusi Jangka Pendek dan Jangka Panjang