Mantan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin Wafat

H Rudy Ariffin

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Kabar duka menyelimuti Kalimantan Selatan. Mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode 2005-2010 dan 2010-2015, H Rudy Ariffin Bin H Bahrun (73), meninggal dunia.

Kabar wafatnya almarhum dibenarkan keluarga dan kerabat dekat, hari ini. Almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RS Amanah Banjarmasin, pukul 11.00 WITA. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh putranya, Aditya Mufti Ariffin melalui media sosial.

Almarhum dikenal sebagai pemimpin yang berjasa bagi pembangunan Kalsel. Selama dua periode memimpin, beliau banyak meninggalkan program infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang manfaatnya masih dirasakan hingga saat ini.

Sepanjang hidupnya, H Rudy Ariffin dikenal sebagai sosok yang merakyat, tegas, dan memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat Banua.

Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan dan dimakamkan di Taman Makam Bahagia Landasan Ulin, Banjarbaru. Setelah disalatkan usai Zuhur di Masjid Al-Jihad Banjarmasin, jenazah dibawa ke rumah duka. Sorenya setelah salat Ashar akan kembali disalatkan di Masjid Al-Karomah Martapura, Kabupaten Banjar.

Ucapan duka mengalir baik di Masjid Al-Jihad maupun di rumah duka di Banjarbaru. “Atas nama pribadi, keluarga, dan masyarakat Kalimantan Selatan kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya,” ucap Aditya Mufti Ariffin.

“Semoga almarhum H Rudy Ariffin Bin H Bahrun husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin Ya Rabbal Alamin,” demikian disampaikan H Fitri sebelum salat jenazah dilaksanakan.

Salah satu teman alumni FISIP ULM, H Haris Makkie usai salat Zuhur dan salat jenazah di Masjid Al-Jihad Banjarmasin mengatakan, “Saya terakhir bertemu almarhum saat menjenguk beliau sakit,” singkatnya kepada awak media.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel ini menambahkan, mereka satu alumni di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

“Beliau lebih banyak mengayomi generasi muda di bawahnya. Sebagai atasan atau senior kami di FISIP, kami sangat merasa kehilangan, apalagi kami baru saja sekitar dua minggu lalu bertemu menjenguk almarhum saat sakit,” ungkap Haris Makkie.

Perhatian H Rudy Ariffin terhadap Jurnalis

Almarhum H Rudy Ariffin Bin H Bahrun semasa menjabat Gubernur Kalsel 2005-2015 dikenal dekat dan terbuka dengan insan pers. Banyak wartawan di Banua yang merasakan langsung perhatian beliau.

Perhatian beliau kepada wartawan/jurnalis, yakni terbuka dan mudah ditemui. Almarhum tidak alergi dengan wartawan. Beliau sering menerima wartawan kapan saja, bahkan di luar jam kerja.

Setiap ada kegiatan, wartawan selalu diberi akses langsung untuk wawancara tanpa harus lewat protokoler yang berbelit. Ini membuat berita tentang Pemprov Kalsel cepat dan akurat.

Selanjutnya rutin “Ngopi Bareng” dan silaturahmi, H Rudy sering mengundang wartawan untuk acara santai: ngopi bareng, buka puasa bersama, hingga halal bi halal di kediaman resmi.

Tujuannya bukan hanya berbagi info, tapi juga membangun keakraban. Beliau hafal nama-nama wartawan senior dan sering bertanya kabar keluarga.

Kemudian mendukung organisasi dan kegiatan pers, almarhum sangat mendukung PWI Kalsel. Pemprov di era beliau rutin mendukung kegiatan PWI seperti Hari Pers Nasional (HPN), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), dan pelatihan jurnalistik.

Bahkan bantuan untuk wartawan turut menjadi kepeduliannya. Almarhum beberapa kali memberikan bantuan untuk wartawan yang sakit, terkena musibah, atau purnatugas.

Terkait akses media juga selalu difasilitasi, memberikan kemudahan akses informasi, data APBD, dan program Pemprov untuk pemberitaan.

Almarhum juga menghargai kritik, beliau dikenal mau mendengar kritik dari media. Kalau ada pemberitaan yang “menohok”, beliau tidak marah. Justru sering bilang “itu masukan buat kami berbenah”. Sikap ini membuat hubungan Pemprov dan media jadi kemitraan, bukan hubungan tegang.

Yang jelas bagi H Rudy, wartawan adalah “mitra kerja” membangun Kalsel. Beliau percaya pers punya peran besar mengawal pembangunan dan menyampaikan suara rakyat. Karena itulah banyak jurnalis senior Kalsel yang merasa kehilangan sosok pemimpin yang “sahabat wartawan” seperti beliau.

Penulis : Arsuma

Editor : Mercurius

Follow Google News Barito Post

Related posts

Kapolresta Banjarmasin Pimpin Langsung Pengamanan Rapat PERADI Tahun 2026

Menatap Kalimantan sebagai Center of NKRI, H Junaidi Gagas Formulasi Pengupahan Ideal Lewat ORI Kalsel

Peringati Maulid, Uniska Gelar Tausiah Teladani Nabi Muhammad SAW