oleh

Mensos Risma Janji Bangunkan Prasarana dan Infrastruktur Warga Kat Desa Hinas Kiri

Barabai, BARITO – Sebagai bagian dari Warga Negara Indonesia, Komunitas Adat Terpencil Dusun Danau Canting anak dari Desa Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur Labipaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan layak mwndapat perhatian serius pemerintah pusat.

Melalui Kementerian Sosial RI dengan program KAT nya membuat warga dayak yang selama ini hidup berpindah dari gunung ke gunung lainnya kini dapat menetap dengan rumah yang sangat layak huni.

Meski masih agak terisolir lantaran letak geografis serta akses jalan yang sangat menguji adrenaline dan dirasakan sendiri oleh Mensos Risma saat mengunjungi daerah tersebut, memang perlu pembangunan infrasfruktur berkelanjutan.

Sebanyak 74 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Dusun Danau Canting ini belum tersentuh nikmatnya penerangan listrik, jaringan komunikasi serta alat transportasi mobil.

Untuk dapat mencapai dusun hanya dapat ditempuh menggunakan motor trail melalui jalan paping seluas satu meter dengan kondisi curam dan berlumut.

Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan negara hadir untuk semua warga negara, tidak terkecuali untuk masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Negara melalui Kementerian Sosial akan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Dalam kunjungannya ke lokasi KAT
Suku Dayak Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Mensos menyaksikan beberapa keterbatasan seperti kesediaan tempat belajar, jaringan listrik dan lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos menyatakan akan membangun community center di lokasi ini.

“Gedung pertemuan mungkin bisa kita modifikasi, untuk tempat anak-anak belajar. Juga bisa kita siapkan perpustakaan. Kita bisa bantu akseskan ke Badan Perpustakaan untuk mengisi perpustakaannya jika sudah jadi,” kata Mensos di Dusun Danau Canting, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten HST, Provinsi Kalimantan Selatan Selasa (14/9).

Kehadiran Mensos di lokasi KAT sendiri sebagai wujud negara hadir di kawasan terpencil, terluar dan tertinggal (3T). Dalam kesempatan tersebut.

Mensos juga menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan untuk memastikan warga KAT dapat terus produktif. Total bantuan yang diserahkan Mensos sebesar Rp 1.524.701.573.

Rincian bantuan yang pertama, bantuan dana Hibah Dalam Negeri (HDN) total Rp 59.100.000 yang diperuntukkan (1). Peralatan sekolah (SD, SMP, SLTA) bagi 67 anak @Rp 300.000 senilai total Rp 20.100.000. (2). Peralatan pertanian di 4 lokasi KAT bagi 78 Kartu Keluarga (KK) berupa cangkul, sabit, parang, sprayer @Rp 500.000 dengan total Rp 39.000.000.

Kedua, bantuan donasi pelanggan Indomaret Peduli KAT total Rp 1.010.332.573 untuk (1) sarana air bersih, MCK komunal, balai sosial dan penghijauan di 2 lokasi Danau Canting dan Sungai Bumbung dengan total Rp 739.208.000. (2). Bantuan penerangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) bagi 78 KK dengan total Rp 271.124.573.

Ketiga, bantuan APBN pemberdayaan KAT lokasi Khusus dengan total Rp 400.741.000 yang secara simbolis berupa bantuan Community Center dan perlengkapan, Sarana Air Bersih dan Stimulan Usaha.

Keempat, Penyerahan Bantuan Protokol Kesehatan berupa masker dan vitamin bagi masyarakat tidak mampu atau terdampak Covid-19 melalui Karang Taruna untuk 13 Kabupaten/Kota dengan total 16.510 paket.

Kelima, Bantuan Bina Usaha ProKus untuk Yayasan Murakata Maju melalui Anggota Komisi VIII DPR RI, berupa modal usaha senilai Rp.30.000.000.

Keenam, bantuan pakaian anak dan dewasa bagi 100 orang dan bahan makanan beryodium. Untuk 78 KK dengan jumlah 24.528.000.

Selain itu, Mensos meninjau sekaligus meresmikan Sarana Air Bersih atau MCK Komunal Balai Sosial dan penghijauan berupa tanaman produksi dari program PUB Indomaret Peduli KAT.

Perhatian dan bantuan Kemensos diapresiasi dan disambut positif pemerintah daerah.

“Kami harap, program-program Kemensos dapat terus berkelanjutan. Sehingga, warga desa yang terisolir dapat juga merasakan namanya pembangunan, dan sebuah kemajuan,” kata Bupati HST Aulia Oktafiandi.

Penulis: Tahmidilah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed