oleh

Melestarikan Budaya Layang-Layang Ditengah Arus Teknologi

Marabahan, BARITO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya melestarikan permainan tradisional khususnya Layang-layang  melalui Festival Layang-layang di Lapangan 5 Desember, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Kegiatan Festival Layang-layang digelar selama tiga hari oleh Pemerintah Kabupaten Batola dengan dukungan Pemeritah Provinsi Kalsel dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalsel.

Mewakili Ketua KORMI Kalsel sekaligus Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalsel, Hermansyah mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, para peserta dan seluruh pihak yang mendukung dan menyukseskan acara festival layang-layang ini.

“Festival ini akan menjadi ruang sekaligus tempat untuk kita semua, khususnya para pecinta layang-layang, dalam merawat dan mengenalkan budaya asli daerah kepada generasi muda,” kata Hermansyah didampingi Komisi Olahraga Tradisional dan Kebudayaan, Agus Pebrianto dan Humas KORMI Kalsel, Yusni Hardi, kemarin.

Hermansyah mengatakan, seiring derasnya arus teknologi dan informasi yang masuk sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat kita, lebih-lebih para pemuda kita saat ini.

“Maka dari itu, kita semua harus mendukung setiap upaya untuk memperkuat dan mempertahankan kebudayaan yang kita miliki, tanpa kecuali dukungan kita untuk suksesnya festival layang-layang ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, festival layang-layang ini sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan bakat, kreasi dan potensi generasi muda serta untuk mengembangkan kecintaan dan sekaligus apresiasi bagi mereka yang menyukai layang-layang.

Ia mengajak kepada semua masyarakat, agar bersama-sama menjaga kelestarian layang-layang. Oleh sebab itu festival layang-layang salah satu bentuk upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap tradisi bermain layang-layang.

Sementara itu, Komisi Olahraga Tradisional dan Kebudayaan KORMI Kalsel, Agus Pebrianto menambahkan, kegiatan festival layang-layang ini menjadi kebangkitan olahraga masyarakat agar tidak tergerus oleh kemajuan teknologi.

“Apalagi atlet layang-layang di Kabupaten Batola merupakan permainan andalan pada even kejuaraan nasional maupun internasional,” kata Agus.

Ia berharap dengan adanya festival layang-layang ini masyarakat semakin banyak berpartisipasi membudayakan permainan tersebut.

“Melalui Festival ini untuk memasyarakatkan olahraga khususnya olahraga layang-layang agar terus berkembang,” pungkasnya.

Kegiatan festival ini diikuti pelayang di 13 kabupaten/kota sebanyak 228 orang dengan total hadiah puluhan juta. Kegiatan juga dirangkai dengan berbagai permainan tradisional, seperti balogo, ketapel dan sumpit.

Rilis    : Muhammad Tolah/Dispora Kalsel
Editor : Sophan Sopiandi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.