oleh

Melalui Berbagai Program, Kelurahan Telaga Biru Dukung Program Pemko

Banjarmasin, BARITO – Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, yang terletak di Gang Ampera/20 Jalan Teluk Dalam, kini terus berbenah. Dalam video berdurasi 1 menit 26 detik disertai lagu Banjar, nampak kegiatan yang ditangani lurah setempat, Enni Agustini.

Hampir semua program dijalankan sesuai arahan Pemerintah Kota Banjarmasin, yang dipimpin Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina. Mulai dari pendistribusian beras dalam Program Keluarga Harapan (PKH) hingga penataan kantor kelurahan yang ditata rapi dan bersih.

Apalagi Kantor Lurah Telaga Biru ini, sebut Enni Agustini, dekat masjid dan TK PAUD serta memiliki aula pertemuan, sehingga banyak kegiatan di aula tersebut, contohnya bulan Juli tadi ada KKN dari mahasiswa ULM Banjarbaru sebanyak 20 orang selama sebulan, Jumat (12/8/2022) siang.

Karenanya di kelurahan ini seabrek program, diantaranya ada budi daya anggota kolam pakan ikan Lele dan Kalui. Kemudian Program Iklim (Proklim) atau Kampung Iklim di RW 1 Wildan RW 3 Sidomulyo.

Untuk penghijauan di wilayahnya juga ada penanaman pohon dari bantuan pertanian sebanyak 20 tanaman dan sumbangan mahasiswa. Terutama pohon buah-buahan dan tanaman keras.

Selain di kawasan Teluk Dalam dan Ampera, juga ada di Terminal Petik Kemas PT Pelindo III Banjarmasin yang termasuk dalam wilayahnya.

“Karena ruang terbuka hijau sulit dicari, makanya kami kerjasama dengan Pelindo agar mendukung penghijauan tersebut,” sebut Enny.

Tak hanya mengandalkan lahan di luar tapi Kelurahan Telaga Biru ada memiliki rumah bibit tanaman dan kompos. Dengan demikian tidak perlu beli untuk memelihara kesuburan pohon mereka.

Enni Agustini menambahkan, pihaknya juga punya rumah sehat dan berhasil menyabet juara 3 tahun 2022 ini. Untuk itu warga diminta terus mempertahankannya, agar semua sehat dan negara kuat.

Dia melanjutkan, kesehatan itu juga tak lepas dari bebas sampah, namun Enny menyoroti Tempat Penampungan Sampah (TPS) depan Pasar Wildan.

“Saya sudah usulkan mau dipindah digeser sedikit turun ke jembatan. Tapi ada parkiran,” ujarnya.

Sementara kalau ada TPS dekat rumah Atu Narang, pernah diusulkan surung sintak atau disediakan ada bak truk sampah, tapi belum bisa dipenuhi pihak DLH. Sementara di sepaniang Soetoyo S ini untuk TPS ada lima tempat yang masih berserakan karema dibuang diatas pukul 06.00 pagi.

Penulis : Arsuma
Editor    : Sophan Sopiandi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.