Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu kualitas udara. Di tengah kondisi tersebut, Komunitas Rakyat Banua Bersatu (KRBB) Kalimantan Selatan memilih turun langsung ke lapangan untuk melindungi masyarakat.
Sebanyak 3.000 masker dibagikan secara gratis kepada warga dan pengendara di sejumlah titik di Banjarmasin. Salah satu lokasi pembagian berada di kawasan bawah jembatan fly over.
Aksi sosial tersebut dipimpin Ketua KRBB Kalsel, Noor Hafifah Adhani, bersama jajaran pengurus. Mereka membagikan masker kepada warga yang beraktivitas maupun pengendara yang melintas.
Baca Juga:

Yang menarik, ribuan masker tersebut bukan berasal dari bantuan pemerintah maupun pihak lain. Seluruhnya merupakan donasi pribadi para pengurus KRBB Kalsel sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Pesan kewaspadaan juga disampaikan melalui dua spanduk yang dibentangkan di lokasi. Salah satunya bertuliskan, “Jaga Diri, Jaga Sesama, Lawan Asap, Selamatkan Banua Kita”. Sementara spanduk lainnya menyerukan, “Peduli Kesehatan, Lawan Asap Karhutla.”
Sejumlah warga menyambut positif aksi tersebut. Para pengendara yang menerima masker terlihat menggunakannya sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca Juga:
Hafifah menegaskan, pembagian masker bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk respons nyata KRBB terhadap kondisi masyarakat yang berhadapan dengan ancaman udara tidak sehat.
“Aksi bagi masker ini sebagai upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat dari kualitas udara tidak sehat akibat karhutla,” ujarnya.
Menurut Hafifah, karhutla tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan. Asap yang dihasilkan juga dapat mengancam kesehatan masyarakat, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan dinilai perlu mendapat perhatian lebih. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan asap.
Hafifah mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap sepele kabut asap. Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila kondisi udara kembali memburuk.
“Karena itu, tindakan pencegahan seperti memakai masker dapat membantu masyarakat dari dampak buruk kabut asap,” katanya.
Baca Juga:
Ia berharap pembagian 3.000 masker tersebut tidak hanya memberikan perlindungan sementara, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.
KRBB juga mengajak masyarakat menjaga kesehatan dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi udara sudah tidak sehat.
“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat semakin sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, khususnya ketika kondisi udara kurang baik,” pungkas Hafifah
**
Penulis/Editor: Filarianti**
Follow Google News Barito Post