oleh

Korban di Sungai Baru masih Dicari, Kejadian Orang Tenggelam Terjadi Lagi

Banjarmasin, BARITO – Sementara tim relawan dan aparat kepolisian masih disibukan melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Martapura  kawasan Sungai Baru dua hari lalu, kejadian orang tenggelam terjadi lagi

Seorang pria bernama Joko Rusmanto (61) ditemukan tewas tenggelam di depan PT Tanjung Raya Sungai Barito, Selasa (2/2/2021) pagi pukul 10.30 Wita. Korban warga Jalan Dharma Bakti V RT 13 Kelurahan Pemurus Luar Kecamatan Banjarmasin Timur itu sudah dua hari dicari oleh  keluarganya.

Pria lanjut usia itu awalnya ditemukan oleh Idrus (45) saat menggunakan perahu klotoknya,  melihat mayat di TKP. Kemudian ia melaporkan temuan korban itu kepada anggota Sat Polair  Polresta Banjarmasin.

Selanjutnya dipimpin Kasat Polair Polresta Banjarmasin Kompol John Louis Letedara berkoordinasi dengan Basarnas. Kemudian korban dilakukan evakuasi dan dibawa ke Instalasi Jenazah RS Ulin.

Sebelumnya korban sejak Minggu (31/1/2021) pagi  pukul 08.45 Wita pamit ke pasar kepada istrinya. Setelah beberapa menit kemudian korban yang tidak bekerja lagi itu tidak ditemukan lagi di halaman rumah.

Pada pukul 13.00 wita istri dan keluarga korban berpencar mencari di pasar-pasar di daerah Kota Banjarmasin, namun tidak juga ditemukan. Padahal korban mengalami sakit strok ringan sekitar kurang lebih dua tahun ini, hingga menjelang siang harinya ditemukan.

Istri dan anak korban kemudian mendatangi ruang jenazah RSUD Ulin dan korban dikenali oleh anaknya bernama Muhammad Nur Huda melalui baju merk Magnum Cafe dan celana jeans.

Saat ditemui istri korban bersama anak perempuannya di depan ruang Pemulasaraan RSUD Ulin terlihat mengalami duka yang mendalam. “Maaf saya tidak bisa cerita, yang pasti kami merelakan kepergian almarhum,”sebutnya kepada Barito Post.

Kasat Polair Polresta Banjarmasin Kompol John Louis Letedara menyatakan, korban tenggelam itu murni musibah atau kecelakaan. ”Berdasarkan pemeriksaan luar dokter setempat tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada badan korban dan pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan outopsi,”pungkasnya.

Penulis: Arsuma
Editor : Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed