oleh

Komisi I DPR RI Sambangi Korem 101/Ant

-Seputar Kalsel-1.544 views

KUNKER KOMISI – Ketua Komisi I DPR RI, Azril Hamzah Tanjung saat memperkenalkan anggotanya dihadapan Pangdam VI Mulawarman dan Danrem 101 Antasari, Kamis kemarin. (foto:sum/brt)

 

Banjarmasin, BARITO

Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan keamanan kunjungan kerja ke Korem 101 Antasari, Rabu (30/8). Ketua Komisi I, Azril Hamzah Tanjung dan rombongan disambut Panglima Kodam (Pangdam) VI/ Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Danrem 101/Antasari Kol Inf Yudianto Putrajaya.

Bertempat di Aula Yuda Korem setempat danrem melaporkan, sebagian dari 14 Program kerjanya. Sebab korem tidak bersentuhan langsug dengan perbatasan RI-Malaysia. Dan baru saja Rabu kemarin satu Batalyon 621 Manuntung sebanya 350 anggota bertugas selama 10 bulan, baru pulang dari Nunukan Kaltara.

Kodam VI/Mlw sendiri yang menjaga kamtibmas seluas 1.030 Km untuk intensitas pelanggaran hampir   setiap minggu, terutama di perbatasan Nunukan peredaran narkoba dari luar. “Sementara di Kalsel konsentrasi pada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), walaupun banyak terjadi di lahan rawa Gambut,”sebut Subiyanto

Sedangkan program lainnya seperti TNI Mandiri Membantun Desa (TMMD) yang  dikerjakan  satu bulan. Dengan  sasaran usulan dari warga dan tempat terisolir desa tertinggal. Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD)  ke 101 di Marabahan Kabupaten Barito Kuala (Batola), TMMD ke 102 di Rantau Kabupaten Tapin dan Desa Panyiuran Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar, TMMD ke103 di Kandangan Kabupaten HSS pada 16 Oktotober 2018 nanti.

Sementara Putra yang sudah sembilan bulan menjabat Danrem menjelaskan, saat ini untuk anggota Babinsa sebanyak 1,365 dan masih kekurangan sebanyak 84 perwira. Untuk itu ia meminta agar anggaran untuk korem dan jajarannya dapat ditingkatkan. Mengingat, anggaran yang ada hanya cukup untuk operasional dan BBM.

Terkait soal Tunjangan Babinsa memang baru saja ada kenaikan, namun tidak semua menerimanya.akan diusulkan tahun mendatang. Karena sebagian yang di desa dan medannya jauh di kabupaten yang diproritaskan.

Harapan itu disampaikannya kepada Ketua Komisi I DPR RI, Azril Hamzah Tanjung dan  anggotanya sembilan legislasi lainnya, yakni Arvin Hakim Toha, Taufiqqurahman, H Syaifulah Tamliha, Hj Kartika Yudisti, Rachel Mariam, Irham Saydina , Budi Lastri.

Sementara Azril menjelaskan, tiap tahun awalnya anggaran TNI sebesar Rp 200 Triliun, namun terus dipotong tiap tahunnya, dengan alasan negeri cukup aman. Karena beda anggaran dengan polri hanya satu porsi, sedangkan TNI harus dibagi lima porsi lagi, seperti AD, AU, AL, Kemenhan.

Terkit Operasi Militer Selain Perang (OMSP)), korem dan jajaranya terkait  pertanian bersama rakyat mencetak 300 ha sawah tiap tahunnya. Kami selalu mengawal kinerja TNI AD itu.termasuk TMMD dari akan ditinjau barang kali ada yang belum diselesaikan karena keterbatasan dana. ndy

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed