Kesadaran Sebagian Msyarakat Membuang Sampah Pada Tempatnya Masih Rendah

Oleh. Hartiningsih

Peneliti Media dan Kajian Sosial Budaya  BRIDA Prov Kalsel 

 

Berdasakan data KALSELMAJU.COM   melansir  bahwa volume sampah di Kalimantan Selatan yang terdiri dari beragam jenis itu mencapai   698.398,17 ton/hari di tahun 2024, atau 1.075 ton /hari. Volume  tersebut turun jika dibandingkan dengan timbunan sampah  tahun 2023 mencapai 791.543,64 ton. Namun diprediksi terjadi peningkatan di tahun 2025 seiring  momen keagamaan (5 Rajab  Haul Guru Sekumpul). Pada kegiatan tersebut ada jutaan  manusia berkumpul di sekitar area, sebagai konskuensi   sudah dipasti memproduksi sampah   dalam volume  besar. Disisi lain, andaikan  beragam sampah yang dibuangke  sungai/selokan di pinggir-pinggir jalan atau di bawah kolong rumah   juga terangkut ke PTS bahkan TPA  maka jumlah/volume sampah  tentu lebuh dati data yang ada.

Sekadar diketahui bahwa  volume sampah terbanyak perhari terdapat Kota Banjarmsin dan Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin menyumpang rata-rata sampah organic mencapai 300 ton/hari dan Kota Banjarbaru 150 ton /hari.  Selain itu Kabupaten Banjar yang merupakan  areal pemukinan padat penduduk termasuk  juga sebagai penyumbang  sampah cukup tinggi. Disusul oleh Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu:  sebagai pusat ekonomi, perkebunan, dan pertambangan, menjadikan kedua kabupaten ini juga tercatat menghasilkan timbulan sampah yang cukup tinggi

Konteks masalah sampah, disadari atau tidak, sampah masih merupakan  permasalah yang sampai saat ini belum dapat teratasi secara tuntas baik pengelolaan maupun  kesadaran membuang sampah pada tempatnyq, dengan kata lain kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya dapat dikatakan masih rendah. Hal ini dapat dibuktikan dengan tumpukan sampah masih terlihat berserakan diberbagi tempat seperti di pinggir-pinggir jalan,  di lingkngan/kompleks rumah perduduk, bahkan di jalan komplek perkantoran,   di semak-semak,    di pekarangan yang belum berpenghuni atau tempat terbuka  lainnya,  bahkan ada yang di aliran  sungai /saluran air seperti di saluran sungai Jalan Ahmad Yani Banjarmasin , selokan dan lain sebaginya.

Beragam  jenis sampah yang banyak ditemukan di tempat-tempat tersebut, seperti    sampah rumah tangga campuran (Organik & Anorganik): Sisa makanan, sayuran, dan sampah dapur lainnya yang sengaja dibungkus dengan kantong plastic, lalu dibuang ke pinggir jalan atau disebarang tempat Terdapat pula beragam   sampah  plastik sekali pakai (Sampah Anorganik): Kantong kresek, bungkus makanan/jajan, sedotan, dan botol/gelas minuman. Sampah Plastik  kemasan lainnya berupa (Sachet seperti sampah sachet (plastik sachet, kopi, sampo) dan sampah material rumah tagga antara lain pecahan botol kaca, kaleng bekas, keramik  dan paku serta sampah rongsokan lainnya.

Menyoal masalah sampah tidak terlepas dari permasalahan perilaku dan kebiasaan yang bisa jadi membudaya.  Perilaku membuamg  sampah sembarangan   menujukkan rendahnya kesadaran dan lemahnya rasa tanggung jawab. Entah  membuang sampah ke sungai, ke kolong rumah  ataupun tempat lainnya yang bukan pada tempatnya. Perbuatan seperti itu termasuk perilaku menyimpang (sosial) karena bertentangan dengan norma kesopanan, aturan hukum/Perda serta nilai sosial yang berlaku. Anehnya pelaku  tidak merasa bersalah dan tidak merasa berdosa. mereka hanya melakukan  cara mudah dan pratis. tinggal lempar selesai.   Di Kota Banjarmasin  misalnya masih terdapat sejumlah warga  yang membuang sampaih ke  sungai berharap  sampah ltenggelam atau arut  entah kemana dan  yang membuang ke kolong rumah berharap ketika air pasang sampah  hanyut di bawa aru.

Bersadarkan hasil pengamatan penulis, terdapat sedikit  perlakukan berbeda antara tempat para pelaku membuang sampah di Kota Banjamasin dengan Kota Banjarbaru (tempat kering). Di Banjarbaru para pelaku  membuang  sampah ke tempat/lokasi  yang ada semak-semak, lapangan kosong  atau ruang terbuka dan minim penerangan, di situlah menjadi langganan tumpukan buntelan plastic dengan beragam jenis sampah dan tumpukan sampah  terdapat dibeberapa tempat, antara lain di Jalan Pondok Ayu Banjarbaru  dan beberapa tempat lainnya.  Teknik para pelaku pembuang sampah dilakukan saat sepi entah subuh atau malam hari saat luput dari perhatian warga setempat. Praktek ini pula dilakukan samail lewat langsung kempar. Joroknya ketika buntelan sampah di robek kucing atau binatang lainnya sampah beserakan dan bau pun menyebar.

Diketahui bersama, perilaku pembuang  sampah seperti ini bukan berarti mereka tidak tahu beragam dampak yang ditimbulkan  seperti pencemaran lingkungan, rentan terhadap penyakit, tersumbatnya saluran air, lingkungan jadi jorok dan  secara agama pun mereka pasti paham bahwa kebersihan sebagian dari iman, mereka bukan pula tidak paham  namun mereka sengaja untuk tidak mau tahu dan peduli  akan kelestarian lingkungan dan disisi lain,   menujukkan masih rendahnya kesadaran serta  lemahnya rasa taanggung jawab. Yang lebih  memperihatinkan lagi  perilaku seperti ini semakin menjadi dan membudaya manakala di lingkungan tempat tinggalnya  tidak memiliki petugas pengangkut sampah dan tidak tersedianya tempat pembuangan sementar atau jarak yang  relative jauh  dari tempat tinggal sehingga warga membuang sampah suka-suka hati.  Yang patut dipahami bahwa tumpukan sampah di tempat-tempat seperti itu bukan bersumber warga setempat melainkan warga lain. Saking geramnya terhadap  perilaku para pembuang sampah, warga di  Jalan Karet Indah Banjarbary membuat papan/pelang  bertuliskan “Yang Membuang Sampah Warik”  yang memiliki arti perilaku membuang sampah disembarang tempat yang  berarti sama dengan warik yang mana warik setelah makan, makan pisang misalnya maka kulitnya  di lempar ke mana-mana dalam bahasa lokal di hambur.  Jika perilaku yang demikian masih sering terjadi maka dipastikan sulit bagi Kalsel untuk mendapat  pengakuan  sebagai Kotb Bersih  bebes sampah. **

Related posts

Budaya Wisata Religi Masyarakat Kalimantan Selatan

“Kuliner Soto Banjar” Warisan  Budaya Perlukan Perlindungan Hukum

Ramadhan Sebagai Sarana Tazkiyatun Nafs