Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kalsel, Ahmadin, menilai keunikan Badewa menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di daerah lain

“Kekhasannya mungkin salah satunya dari segi tarian, itu akan meminat para wisatawan,” katanya.

Ia berharap pertunjukan serupa terus digelar secara rutin sehingga masyarakat, terutama generasi muda, semakin mengenal tradisi tersebut. Dispar Kalsel juga membuka peluang memasukkan Badewa ke dalam kalender pariwisata daerah sebagai bagian dari promosi budaya.

Menurut Ahmadin, perpaduan antara unsur spiritual, seni tari, musik tradisional, dan nilai sejarah menjadikan Badewa memiliki daya tarik yang kuat, bukan hanya bagi wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara.

“Di sini, kita melihat warisan budaya di Kalimantan Selatan, khususnya Badewa ini bisa menarik dan mendatangkan pengunjung dari luar negeri,” tandasnya.

Hadir di bangku undangan Antropolog ULM Dr Nasrullah dan Jamaluddin, dari Hapakat, sebuah forum dialog membahas budaya Bakumpai, mereka menyatakan pertunjukan Badewa tadi malam membuktikan kelayakan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

“Kelayakan bukan hanya pada Badewa saja, tetapi bisa dilihat dari regenerasi penari yang diwariskan. Kita saksikan bersama ada puluhan anak-anak dalam ratusan penari yang tampil tadi malam dan mereka memiliki sanggar, baik itu untuk pertunjukan maupun ritual,” papar, Nasrullah

Hal senada disampaikan Sekretaris Forum Diaspora Batola, Indra Gunawan, Badewa yang disaksikan tadi malam membuktikan Warisan Budaya Tak Benda tidak hanya sebagai tradisi yang dilihat dari warisan masa lalu, tetapi dia aktual hari ini.

“Antusias masyarakat sangat luar biasa, itu menjadi salah satu bukti Badewa sangat layak jadi Warisan Budaya Tak Benda,” tutupnya.

Penulis: Iman Satria

Follow Google News Barito Post

Related posts

Amatir Radio Kalselteng Antusias Hadiri Halal Bihalal ORARI-RAPI Batola

Jaga Hubungan Harmonis dan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama

Bupati Bahrul Ilmi Harap Proyek PSEL Beri Manfaat bagi Masyarakat Batola