oleh

Kejati Jangan hanya Menggertak, dalam Menangani Kasus Korupsi

Ketua Forpeban Kalsel Din Jaya bersama anggotanya bersiap-siap menggelar aksi demo di DPRD Kota Banjarmasin dan Kejati, namun di Kejati terpaksa urung karena sedang kedatangan tamu Jampidsus Kejagung RI (foto ist)

Banjarmasin, BARITO – Dalam mengungkapkan kasus dugaan korupsi, jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel diharapkan jangan hanya mengertak, dalam menangani kasus korupsi

. Tetapi harusnya diselesaikan dan diinformasikan kalau memang tidak ada bukti kuat kalau kasus tersebut tidak bisa dinaikkan.

“Kita ingin kejaksaan terbuka,” ujar Ketua Forum Rakyat Pembela Bangsa dan Negara (Forpeban) Kalsel Din jaya, yang kemarin berencana menyampaikan aspirasinya ke kantor Kejati Kalsel namun akhirnya batal dikarenakan pihak kejaksaan sedang ada acara kedatangan Jampidsus Kejagung RI.

Pernyataan Din jaya diungkapkan setelah mendengar kalau kini Kejati sedang melakukan penyelidikan beberapa kasus korupsi antaranya kapal pembersih alur sungai milik Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kalsel.

Dan kasus pengadaan Pipa di Dinas Pemukiman dan Perumahan Kabupaten Banjar. Selain itu yang kini dilidik tim Kejagung mengenai dugaan korupsi dana hibah pemilihan  gubernur Kalsel tahun 2015.

“Kami ingin penyelidikan kasus itu tuntas, tidak setengah-setengah,” katanya.

Din jaya juga berharap dalam melakukan penyelidikan kasus korupsi, penyidik Kejati Kalsel jangan tebang pilih.

“Kenapa saya bilang jangan tebang pilih, coba lihat laporan kami mengenai  dugaan adanya korupsi di RSUD Ulin Banjarmasin hingga kini belum ditanggapi. Ada apa?,” ujarnya.

Sementara dia membandingkan kasus dana desa yang kerugian negara cuma puluhan juta dinaikan hingga ke pengadilan.

Selain menyampaikan aspirasi soal kasus korupsi yang harus ditangani serius, kemarin Dinj jaya bersama puluhan rekan Forpeban juga mendatangi Kantor DPRD Kota Banjarmasin. Kedatangan mereka mengingatkan agar anggota dewan jangan becakut pepadaan apalagi hingga diviralkan di media sosial.

“Mereka yang duduk di gedung dewan itu kan orang yang terpilih dan dipilih masyarakat. Orang pandai-pandai,” katanya.

Selain itu kedatangan mereka ke gedung dewan juga lanjut Din jaya untuk mengingatkan soal lagu Indonesia Raya yang lupa dinyanyikan sebelum  paripurna berlangsung. “Kami minta hal itu jangan pernah terulang lagi. Dan tadi Ketua DPRD Kota Hj Ananda sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya,” ucapnya.

rif/mr’s

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed