Kebakaran Lahan Mulai Kepung Kalsel

KARHUTLA MELUAS – Kebakaran lahan mulai terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, di antaranya Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarbaru hingga Tanah Laut seiring cuaca panas ekstrem yang melanda daerah tersebut. (foto: istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Suhu panas yang melanda Kalimantan Selatan selama hampir satu bulan tanpa hujan mulai mencapai puncaknya. Kondisi cuaca yang kering tersebut mulai memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah pada Rabu (5/8).

Peristiwa pertama dilaporkan terjadi pada Rabu siang di kawasan Jejangkit Baru, Kabupaten Barito Kuala. Kebakaran lahan dilaporkan mulai mendekati permukiman warga sehingga rekanan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) bersama petugas gabungan bergerak melakukan penyemprotan untuk mencegah api merembet ke rumah-rumah penduduk.

Masih pada Rabu siang, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Pintas Sambangan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, tepatnya di dekat perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut. Cuaca panas disertai tiupan angin membuat api dengan cepat menjalar di lahan yang mengering.

Memasuki Rabu malam, kebakaran lahan kembali dilaporkan terjadi di Jalan Simpang Empat Penggalaman, Desa Tatah Pemangkih Laut, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, tepatnya di kawasan perbatasan Tugu Bumi Tuntung Pandang menuju Liang Anggang. Kobaran api terlihat membakar lahan kering dan memerlukan penanganan intensif dari petugas.

Selain di tiga lokasi tersebut, laporan kebakaran lahan juga mulai bermunculan di sejumlah wilayah lain di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Tanah Laut. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa ancaman karhutla mulai meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni serta relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) masih terus berjibaku memadamkan api di sejumlah titik. Di beberapa lokasi, kobaran api dilaporkan mulai mendekati kawasan permukiman warga sehingga upaya pemadaman terus dilakukan agar api tidak semakin meluas.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Dengan kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan, lahan kering sangat mudah terbakar sehingga kewaspadaan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan.

Penulis/Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

Related posts

Teladani Jejak Sultan Suriansyah, Kapolresta Banjarmasin Ziarah ke Makam Raja Pertama Banjar

Ahli Hukum: Perkara Richard Berpotensi Masuk Ranah Perdata, Bukan Pidana

Usung “Kayuh Baimbai Jaga Banua”, Kapolresta Riza Muttaqin Tancap Gas Benahi Pelayanan Publik Menuju WBBM