Karhutla Pengayuan Banjarbaru Kembali Membara, Muhidin Turun Langsung Pantau Pemadaman

by baritopost.co.id
0 comments 2 minutes read
KARHUTLA – Gubernur Kalsel H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan jajaran Forkopimda Kalsel turun langsung membantu penanganan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pengayuan, Banjarbaru. (Foto kolase Instagram @setdaprovkalsel)

Banjarbaru, BARITOPOST.CO.ID Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Kalimantan Selatan.

Di tengah kondisi kemarau dan ancaman kabut asap, kebakaran terjadi di kawasan Pengayuan, Kota Banjarbaru.

Mendapat informasi mengenai kebakaran tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel turun langsung ke lokasi, Selasa (11/8/2026), untuk memastikan penanganan sekaligus membantu proses pemadaman.

Tim gabungan dari TNI, Polri dan petugas di lapangan berjibaku memadamkan api dengan dukungan peralatan pemadaman darat.

Penanganan juga diperkuat satu unit helikopter yang dikerahkan untuk melakukan water bombing pada titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.

Dikutip dari akun Instagram@ setdaprovkalsel lahan yang terbakar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 57 hektare.

Gubernur Muhidin bersama jajaran terlihat turun langsung memastikan proses penanganan karhutla.

Dilansir dari unggahan Instagram tersebut, Gubernur Kalsel mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih dalam kondisi cuaca panas dan lahan yang sedang kering.

Kebakaran di Pengayuan menambah panjang catatan karhutla di Kalsel sepanjang musim kemarau 2026.

Data BPBD Kalsel periode 14 Juli hingga 9 Agustus 2026 mencatat 863 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 2.675,11 hektare.

Kabupaten Banjar tercatat mengalami 165 kejadian dengan luas terbakar 600,66 hektare, sedangkan Banjarbaru mencatat 181 kejadian dengan luas 487,16 hektare.

Klikkalsel

Kawasan Pengayuan sendiri menjadi salah satu wilayah yang terus mendapat perhatian karena berada di kawasan selatan Bandara Syamsudin Noor.

Selain Pengayuan, wilayah Peramuan dan Guntung Manggis juga menjadi kawasan yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.

Klikkalsel

Sebelumnya, penanganan karhutla di wilayah Banjarbaru juga beberapa kali diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing digunakan untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat.

Kondisi karhutla yang terus terjadi juga berdampak terhadap kualitas udara.

Pada 9 Agustus 2026, indeks kualitas udara Kalsel sempat tercatat berada di angka 130 atau masuk kategori tidak sehat, seiring menyebarnya kabut asap dari sejumlah titik kebakaran.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, termasuk saat membuka maupun membersihkan areal perkebunan.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar