oleh

IKH Penutupan Lahan Sangat Signifikan terhadap Perbaikan

-Seputar Kalsel-1.169 views

Banjarbaru, BARITO-Dalam undang-undang tata ruang hutan harus ada minimal 30% suatu wilayah harus ada tutupannya. Apabila  dikaitkan dengan kualitas lingkungan Kalimantan Selatan (Kalsel) memang kondisinya sebetulnya jauh sekali.

Karena Kalsel masih jauh dibawah diurutan ke 26 dari 33 provinsi. Demikian dikatakan mantan Menteri Lingkungan Hidup,  Prof Gusti M Hatta kepada wartawan saat ditemui di kampus Fakutas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat, Senin (15/10) siang.

Dia menyatakan dalam mennentukan hal itu ada tiga kriteria yang menentukan mengapa Kalsel pada posisi 26 itu. Pertama tutupan lahan, kedua itu kualitas air dan  ketiga kualitas udara. “Saya kira kalau kita ingin menaikkan indeks kualitas hidup itu berapa tingkat aja memang susah. Saya kira sudah tepat apa yang disarankan gubernur yaitu meningkatkan tutupan lahan dengan gerakan Revolusi Hijau,”sebutnya.

Karena dari ketiga parameter tersebut kalau melakukan penutupan lahan serta dampaknya akan besar. Karena dengan adanya tutupan lahan mau tidak mau erosi akan berkurang. Sebab curah hujan tidak langsung ke tanah,  sehingga tanah itu dampaknya itu kepada kualitas air kurang keruhnya.

Nah kualitas air ini erat hubungan dengan tutupan lahan berarti erosinya.  Kemudian tutupan lahan ditingkatkan maka air yang masuk ke dalam tanah akan meningkat lagi dan nanti akan di keluarkan pelan-pelan di sungai.

Sehingga jumlah airnya maupun kualitas selnya akan meningkat kena dengan jumlah air meningkat berarti dimurnikan. “Sebab kalau jumlah tutupannya sedikit lebih banyak yang pencemarnya. Kemudian  sebenernya secara alami sungai itu bisa memulihkan kembali, syaratnya airnya tetap terjamin banyaknya pepohonan.

“Penutupan lahan di samping itu juga bisa memperbaiki kualitas udara, karena dengan adanya pohon-pohon itu atau tumbuh-tumbuhan, maka gas pencemar itu akan terserap. Jadi salah satu parameter itu bisa sekali memperbaiki  yang lain,’terang dosen FK ini.

Gusti M Hatta  yang penting sekarang jangan sampai ada lagi Pembukaan lahan yang tidak terkendali. Karena sia-sia yang di tanam ini apalagi yang terbukanya lebih cepat daripada penanamannya.  Sebab penanaman lama dampak ini dulu besar dulu, sementara kalau yang dibuka cepat sampai tidak terkendali.

Pembangunan memang memerlukan lahan, yang penting jangan melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan.  Selama itu dijaga bisa dengan pemberian izin.

Selanjutnya berbagai macam bagaiman upaya memperbakiki kualitas air, mulai jangan sampai membuang sampah ke sungai.mengurangi  penggundulan hutan,  hingga memperkeruh air. Nah parameter di sungai itu pada air raksa akibat dari penambangan rakyat artinya yang mendulang emas.

“Sebab biasanya untuk menyatukan emas itu harus  pakai air raksa, mereka harus dibina bagaimana cara penggunaan air raksa supaya jangan dibuang ke sungai,”harapnya. ndy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed