Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Diusung menjadi calon Ketua KONI Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, sempat mendatangi Sekretariat KONI Kalsel, Minggu (12/4/2026) dini hari di Banjarmasin. Kedatangannya bukan menyerahkan berkas pendaftaran, melain berkosultasi mengenai larangan rangkap jabatan yang diatur AD/ART KONI.
Meski sudah mendapatkan dukung mayoritas dan diperkirakan menjadi calon tunggal, Hasnuruadi tak lantas menerima begiti saja sebagai calon Ketua KONI Kalsel priode 2026-2030.
Bersama timnya, CEO Barito Putera itu, menemui Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua KONI Kalsel. Hasnuryadi juga mengaku baru bisa hadir tengah malam setelah menyelesaikan tugasnya menyaksikan pertandingan Barito Putera menjamu PSS Sleman yang berakhir 1-0 di Stadion 17 Mei Banjarmasin.
“Mohon maaf atas kedatangan kami di luar jam lazim yang sudah memasuki dini hari. Tidak ada maksud lain, hanya ingin bersilaturahmi dan memastikan
proses pencalonan tidak menyalahi aturan yang berlaku,” sebut Hasnuryadi.
Mengingat, lanjutnya, saat ini masih mengemban amanat sebagai ketua cabang olahraga Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalsel, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, dan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kalsel.
“Kami akan konsultasi juga dengan induk organisasi cabor yang saya pegang guna mendapatkan kepastian regulasi agar semuanya sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Hasnuryadi juga menyampaikan komitmennya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai olahraga dalam setiap langkah yang diambilnya, termasuk dalam proses pencalonan ini.
“Kita tahu olahraga menjunjung tinggi nilai fair play, sportivitas, persatuan dan kesatuan. Ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga bagaimana kita memberi contoh kepada masyarakat,” ucapnya.
Langkah Hasnuryadi ini mendapat respons sangat positif dari Ketua TPP KONI Kalsel, Abdul Haris Makkie, yang menyebutnya sebagai sikap yang elegan dan jarang ditemui dalam dinamika organisasi olahraga.
“Kami sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan luar biasa. Ini elegan sekali apa yang dilakukan Pak Hasnur,” kata Haris Makkie.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik yang selama ini berlangsung, persoalan rangkap jabatan kerap dianggap bukan masalah. Namun Hasnuryadi justru memilih jalan berbeda dengan memastikan semuanya benar-benar bersih dan sesuai aturan sebelum melangkah lebih jauh.
“Kalau dari sisi yang sudah ada atau pernah dilakukan, sebenarnya tidak masalah. Tapi beliau tidak menginginkan seperti itu. Yang diinginkan adalah betul-betul clear and clean terhadap hal-hal yang diatur dalam AD/ART,” tutur Haris Makkie.
Ia pun menilai sikap tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pengurus dan pegiat olahraga agar tidak mengabaikan aturan hanya demi menduduki sebuah jabatan.
“Ini pelajaran berharga bagi kita semua di organisasi olahraga. Jangan sampai ada aturan yang kita tabrak hanya untuk sebuah posisi,” tegasnya.
Terkait tindak lanjut, Haris Makkie mengungkapkan bahwa KONI Kalsel akan melakukan konsultasi dengan KONI Pusat untuk mendapatkan kepastian regulasi, yang dapat dilakukan melalui komunikasi jarak jauh tanpa harus datang langsung ke Jakarta. Hasnuryadi sebagai Ketua PSSI Kalsel juga disarankan untuk berkoordinasi langsung dengan PSSI Pusat.
“Kita tunggu hasil konsultasi. Kami berharap langkah ini menghasilkan keputusan yang jelas dan tidak menimbulkan polemik di kemudian hari,” imbuhnya.
Penulis: Tolah
Follow Google News Barito Post