H. Junaidi Serukan Kalimantan Diselamatkan dari Karhutla: “Kami Juga NKRI”

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read
SERUAN SELAMATKAN KALIMANTAN - H. Junaidi bersama istri menyuarakan keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada masyarakat Kalimantan. (foto:istimewa)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meresahkan masyarakat Kalimantan mendorong Ketua DPW Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) Kalsel, H. Junaidi, menyampaikan seruan terbuka kepada pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan bencana tersebut menjadi perhatian serius.

Melalui seruannya, Junaidi meminta agar hutan Kalimantan diselamatkan dan masyarakat tidak terus-menerus menanggung dampak kebakaran. Menurutnya, persoalan karhutla bukan sekadar kerusakan lingkungan, melainkan juga menyangkut kesehatan, kehidupan sosial, perekonomian, serta masa depan generasi mendatang.

“Tolong selamatkan daerah kami, Kalimantan! Hutan kami adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Jangan biarkan kebakaran hutan terus meresahkan dan menyengsarakan rakyat. Kami ingin hidup sehat, aman, dan sejahtera di tanah kelahiran kami sendiri,” tegas H. Junaidi, Selasa (13/10/2026).

Ketua Pembina DPW Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) ini menilai dampak karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Asap kebakaran dapat mengganggu pernapasan, menghambat aktivitas sehari-hari, mengancam mata pencaharian masyarakat, serta menimbulkan kerusakan lingkungan yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Karena itu, GEPAK Kalsel mendorong langkah pencegahan dan penanganan yang lebih kuat serta berkelanjutan. Upaya tersebut antara lain memperketat pengawasan kawasan rawan kebakaran, meningkatkan kesiapsiagaan petugas, dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan secara melanggar hukum.

Junaidi juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat terkait, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga warga setempat. Menurutnya, perlindungan hutan harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya dilakukan ketika kebakaran telah meluas.

Kalimantan Juga Bagian dari NKRI

Dalam seruannya, Junaidi menegaskan bahwa permintaan masyarakat Kalimantan agar wilayahnya mendapat perhatian serius merupakan bentuk kepedulian terhadap tanah air, bukan pertentangan dengan pemerintah maupun negara.

“Kami masyarakat Kalimantan juga bagian dari NKRI. Kami mencintai Indonesia, kami menghormati bangsa dan negara, dan kami ingin Kalimantan mendapatkan perhatian yang layak. Menyelamatkan hutan berarti menyelamatkan rakyat, menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan bangsa,” tegas Junaidi yang juga Ketua Pembina DPD ORI Kalsel.

Ia berharap pemerintah tidak hanya hadir ketika api sudah meluas, tetapi memperkuat pencegahan sejak dini. Penanganan karhutla, menurutnya, perlu dilakukan secara serius, transparan, dan berkesinambungan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta perlindungan lingkungan.

Junaidi menyebut karhutla yang berlangsung sekitar empat bulan telah menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat Kalimantan. Ia mengakui pemerintah telah berupaya melakukan penanganan, tetapi menilai dampak yang dirasakan warga menunjukkan perlunya langkah yang lebih kuat dan terpadu.

“Jadi ini suatu bencana nasional,” tambah Ketua GEPAK Kalsel tersebut, menyampaikan pandangannya mengenai besarnya dampak karhutla yang dirasakan masyarakat.

Bagi Junaidi, masyarakat Kalimantan berhak mendapatkan udara bersih, lingkungan yang sehat, serta perlindungan dari dampak kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menjaga hutan Kalimantan agar kerusakan tidak semakin luas dan penderitaan masyarakat tidak semakin berat.

“Pencegahan karhutla, penanganan, pemulihan lingkungan, dan penegakan hukum harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius

Follow Google News Barito Post

​

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar