Washington, BARITOPOST.CO.ID – AS dan Israel dilaporkan telah menghabiskan sekitar US$3,7 miliar atau sekitar Rp62,4 triliun hanya dalam 100 jam pertama operasi militer terhadap Iran atau sekitar empat hari perang. Sementara itu, perang Iran vs Israel-AS ini telah menginjak hari ke-8.
Baca Juga: Pemerintah Jaga Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Laporan itu disampaikan lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Washington.
Dilansir CSIS, sebagian kecil biaya itu telah dianggarkan, namun senilai US$3,5 miliar (sekitar Rp59 triliun) belum masuk dalam anggaran.
Biaya itu mencakup pengeluaran operasional sekitar US$196 juta (sekitar Rp3,3 triliun) penggantian amunisi sekitar US$3,1 miliar (sekitar Rp52,2 triliun).
Baca Juga: Pemerintah Jaga Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Selain itu, terdapat biaya penggantian kerugian tempur dan perbaikan infrastruktur sekitar US$350 juta (sekitar Rp5,9 triliun).
Sementara Rusia ternyata meraup untung besar dari peperangan yang sedang berlangsung antara sekutu dekatnya, Iran, melawan Amerika Serikat sejak sepekan terakhir.
Kremlin menyatakan perang di Iran telah memicu peningkatan permintaan terhadap produk energi Rusia. “Kami melihat ada peningkatan yang signifikan dalam permintaan terhadap sumber energi Rusia seiring dengan perang yang terjadi di Iran,” ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Jumat (6/3) dikutip Al Jazeera.