oleh

Ferdinand Pimpin Peringatan Sumpah Pemuda Kemenkumham

-Seputar Kalsel-1.467 views
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 jajaran Kemenkumham Kalsel di halaman kanwil, Senin (29/10) pagi.(foto :ist/brt).

Banjarmasin, BARITO – Kepala Kanwil Kemenkumham Kalsel, Ferdinand Siagian menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-90 Tahun 2018.Senin (29/10)pagi, di halaman Kantor Wilayah.

Ferdinand membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi yang isinya mengajak pemuda untuk menyatukan Indonesia.

“Ayo…Bangun Pemuda, Satukan Indonesia.Pemuda-pemudi  hebat Indonesia telah lahir dan mampu berkompetisi di kancah Asia.Perhelatan Asian Games 2018, atlet-atlet muda Indonesia berhasil meraih menduduki peringkat ke-4, dan Asian Para Games 2018 juga berhasil menduduki peringkat ke-5,” ujarnya.

Tema itu diambil atas dasar pentingnya pembangunan kepemudaan . Yakni untuk melahirkan generasi muda yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kemudian juga berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, berdaya saing. Serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan, dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.

Upacara peringatan yang diikuti seluruh pegawai dilingkungan Kanwil Kemenkumham Kalsel berjalan lancar diantaranya tampak hadir Kepala Divisi Pemasyarakatan, Asep Syarifudin dan para Pejabat Administrator serta Pengawas.
“Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat dua mata pisau.Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita meningkatkan kapasitas pengetahuan dalam pengembangan sumber daya serta daya saing. Namun pada sisi lain perkembangan ini mempunyai dampak negatif, dari informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari Hox, hate speech, pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya. Apbila kaum muda tidak dapat membendung dengan filter ilmu pengetahuan serta kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara,” bebernya.

Sementara itu, tambahnya, generasi muda harus  mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan Bangsa. Maka tugas pemuda saat ini adalah sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.   tya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed