Martapura, BARITOPOST.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bekerja sama dengan Banua Pers Community menggelar aksi lingkungan yakni Green Action 2026 . Kegiatan itu bertempat di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, serta Hari Jadi Kabupaten Banjar ini ditandai dengan penanaman 600 bibit pohon di kawasan tepi sungai.
Ada 3 tiga desa yang menjadi lokasi penananaman : Desa Sungai Rangas Ulu, Sungai Rangas Tengah, dan Sungai Rangas. Rangkaian acara turut diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan (korve), edukasi pengelolaan sampah lewat program penukaran sampah dengan sembako, hingga perlombaan konten dan infografis.
Dalam sambutannya, Sekretaris Banua Pers Community, Hasan mengungkapkan, bibit yang ditanam terdiri dari mahoni, tabebuya, trembesi, serta ragam tanaman lainnya.
Baca Juga:
Ia berharap gerakan ini dapat memperbaiki kualitas udara dan menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.
“Kita ingin membangun kebersamaan dan kepedulian bersama. Lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau bukan hanya tanggung jawab satu orang, melainkan peran semua pihak,” ujar Hasan.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar, Sutiyono. Ia menekankan agar aksi ini tidak berhenti sebagai ajang seremonial belaka, melainkan berlanjut pada tahap perawatan tanaman secara konsisten.
Di sisi lain, Kepala DLH Provinsi Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menuturkan bahwa penanaman pohon merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat yang perlu terus dilestarikan sebagai warisan (legacy).
Baca Juga:
Dalam kesempatan tersebut, Rahmat juga menyoroti pentingnya keterlibatan sektor swasta melalui program kepedulian sosial (charity).
“Jika ada 15 ribu perusahaan di Kalsel yang setiap bulan menyisihkan Rp1 juta untuk program sembako berbarter sampah ini, Kalsel akan bersih, warga tidak kekurangan pangan, dan roda ekonomi berjalan,” paparnya.
Pada Green Action 2026 ini, beberapa perusahaan pendukung di antaranya PT Toudano Mandiri Abadi (TMA), PT Antang Gunung Meratus (AGM), PT Arutmin Indonesia, Pertamina, PT Borneo Indobara (BIB), PT Adaro Indonesia, PT Tunas Inti Abadi (TIA), PT Sinar Bintang Albar (SBA), PT Guthrie International Pulau Laut Refinery, PT Anugerah Energi Kalimantan, dan PT Borneo Energi Nusantara.
Lebih jauh Rahmat menambahkan, pengelolaan sampah masyarakat dapat dimulai dari langkah paling sederhana, yaitu pemilahan antara sampah organik dan anorganik, sebagaimana yang telah diujicobakan di Kota Banjarbaru dan Banjarmasin.
Penulis: Cynthia
Follow Google News Barito Post