oleh

Dengan Trail, Paman Birin Turun ke Desa, Menjelajah Kotabaru hingga ke Loksado

-Home, Nasional-1.929 views
GUBERNUR Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengendarai  motor trailnya mengunjungi desa-desa.(foto: humpro kalsel)

Banjarbaru, BARITO – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor kembali turun ke desa atau turdes menggunakan motor trailnya. Kegiatan itu dilakukan sejak Kamis (22/11) lalu usai membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2012 di aula lantai 3 Bappeda Provinsi Kalsel.

Target yang ingin dicapai gubernur dalam turdesnya kali ini, adalah agar warga di seluruh pelosok mengetahui bahwa pemerintah daerah  ingin selalu dekat dengan warganya.

“Targetnya keinginan kita rakyat paham dan mengerti bahwa pemerintah hadir di hati rakyat. Karena turdes ini menjadi media penyalur aspirasi rakyat kepada kita,” ujarnya kepada wartawan sebelum berangkat, didampingi sejumlah kepala SKPD, di antaranya Kepala Bappeda Nurul Fajar Desira dan Kepala Dinas Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq.

Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu mengatakan, turdes dilakukan selama empat hari atau sampai Ahad (25/11) besok. Pada kegiatan itu, gubernur bersama kepala SKPD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah mendatangi desa-desa terpencil atau pedalaman.

Rute dimulai dari halaman setdaprov, menuju ke Serongga, Kabupaten Kotabaru.

“Kita masuk ke Paramasan Kabupaten Banjar ke daerah wisata air terjun Mandin Mangapan, terus terakhir finish di Festival Bamboo Rafting di Loksado,” jelasnya.

Ketika ditanya jumlah desa yang dikunjungi, gubernur mengaku tidak hapal jumlahnya. ‘’Misalnya, Desa Tiung Cempaka, Awang Bangkal dan beberapa desa lainnya,’’ ujarnya.

Gubernur menjelaskan, turdes merupakan bentuk nyata bahwa pemerintah ada untuk rakyat. Hal itu, menurutnya, juga sesuai instruksi Presiden Joko Widodo bahwa kepala daerah harus secara langsung mendatangi masyarakat, dan tidak hanya bekerja di belakang meja.

“Pemerintah provinsi dapat mengetahui apa saja yang menjadi keluhan atau masukan dari masyarakat, terutama dari masyarakat di kawasan pelosok dengan melakukan turdes ini,” sambungnya. tya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed