Bujino Siap Dampingi Korban Karhutla, Murjani Minta Antisipasi Tepat dan Perhatikan Anak Sekolah

by baritopost.co.id
0 comments 3 minutes read
Pembina DPP FKPWK H Junaidi dan Ketua Umum DPP FKPWK H Rachmad Fadillah, S.H, saat didampingi Penasehat, DR Akhmad Murjani (kiri) dan Adv Bujino A Salam, SH,MH (kanan) selaku Wakil Ketua Bidang Hukum, saat wawancara terkait kabut asap, Sabtu (22/8/2026). (foto:Suyi)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi bencana tahunan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Kondisi ini tidak hanya berdampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga aktivitas ekonomi hingga rumah warga yang terdampak kebakaran, Sabtu (22/8/2026).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Hukum DPD FKPWK, Advokat Bujino A Salan, S.H., M.H., kepada awak media usai menghadiri HUT ke-2 Forum Kerukunan dan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 6,5, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

Bujino yang juga Ketua Kongres Advokat Indonesia (KAI) Kalimantan Selatan mengatakan, kabut asap akibat karhutla merupakan persoalan serius yang harus mendapatkan perhatian pemerintah.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berupa gangguan kesehatan akibat kabut asap, tetapi juga dapat menyebabkan lahan pertanian tidak produktif hingga rumah warga terbakar.

“Antisipasi ini memang karena kesulitan mendapatkan air. Makanya kami mengharapkan ke depannya dapat mendampingi korban-korban kebakaran untuk meminta ganti rugi kepada pemerintah,”sebut Bujino yang juga Sekretaris Jenderal DPD Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Kalsel.

Ia menegaskan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat yang menjadi korban karhutla, baik mereka yang kehilangan lahan maupun rumah akibat kebakaran.

Menurut Bujino, sebagian masyarakat masih belum memahami akses untuk mendapatkan bantuan setelah menjadi korban bencana. Karena itu, selain pendampingan hukum, pemerintah juga diharapkan memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak.

“Paling tidak mereka dapat bantuan-bantuan sosial dari pemerintah. Itu kita harapkan ke depannya,” ujarnya.

Dampak karhutla juga dirasakan masyarakat yang tidak lagi bisa bekerja secara normal.

Lahan pertanian dan sawah yang terbakar maupun terdampak asap membuat penghasilan warga ikut terganggu. “Karena kabut asap ini orang tidak bisa bekerja lagi. Apalagi lahannya, sawahnya sudah tidak bisa diharap lagi. Bahkan terakhir rumah-rumah juga ada yang terbakar. Pemerintah daerah harus terus memperhatikan itu,” tegas Bujino.

Sementara itu, Penasihat DPD FKPWK, Dr. Murjani, S.H., M.H., mengatakan pihaknya siap membantu masyarakat yang terdampak kabut asap, salah satunya dengan membagikan masker secara gratis kepada warga yang membutuhkan.

Murjani juga mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan karhutla di Kalimantan Selatan.

“Kita apresiasi Presiden Prabowo karena memberikan perhatian khusus terhadap kabut asap ini. Mudah-mudahan ada jalan keluar dari pemerintah pusat. Ini harusnya pemerintah daerah yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Murjani, kedatangan Presiden ke daerah untuk melihat langsung persoalan karhutla menunjukkan bahwa kondisi yang terjadi sudah menjadi persoalan serius dan membutuhkan penanganan lebih terarah.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan ketika kebakaran terjadi, tetapi menyiapkan langkah pencegahan agar persoalan yang sama tidak terus berulang setiap tahun.

“Ini kejadian berulang. Masa kita terjatuh kepada lubang yang sama setiap tahun. Harus ada pemikiran khusus dari pemerintah mengenai apa yang harus dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” katanya.

Murjani juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari lokasi yang terdampak asap kebakaran. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian khusus bagi anak-anak sekolah yang harus beraktivitas di luar rumah pada pagi hari.

“Yang penting masyarakat diimbau untuk tidak melintas di jalur lokasi asap kebakaran. Sementara bagaimana dengan anak sekolah, mereka pagi-pagi harus pergi sekolah, padahal kondisi kabut asap mengintai kesehatan mereka, terutama rentan terhadap ISPA,” pungkasnya.

Penulis : Arsuma

Editor : Mercurius

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar