Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Atlet biliar Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali mengukir prestasi nasional. Dimana berhasil meraih satu keping medali emas dan dua perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) yang berlangsung 4 hingga 11 September 2026 di iNews Tower Jakarta.
Torehan medali emas disumbangkan Gabby Adi Wibawa Putra. Kemudian medali perunggu pertama disabet duet A Kholik dan M Rizco pada nomor Double 10 Putra. Sedangkan satu medali perunggu lainnya diperoleh Heru Gunawan dari nomor Carrom 3 Cushion.
Dalam perhelatan yang diikuti atlet-atlet biliar terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia ini, persaingan berlangsung ketat karena ajang nasional ini menjadi salah satu tolok ukur kekuatan pembinaan biliar di masing-masing daerah.
Penampilan Gabby tampil impresif dan meyakinkan pada nomor Snooker 5 Red Single. Dalam partai penentuan, atlet POBSI Kalsel tersebut harus melewati pertandingan ketat menghadapi wakil Bali, I Putu Edi Warawan.
Gabby akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mengamankan kemenangan dengan skor tipis 3-2. Hasil tersebut sekaligus memastikan satu medali emas bagi kontingen biliar Kalsel.
Dengan demikian, kontingen Pobsi Kalsel menutup Kejurnas 2026 dengan koleksi tiga medali, masing-masing satu medali emas dan dua medali perunggu.
Berdasarkan klasemen akhir perolehan medali, Kalsel menempati peringkat keenam.
Posisi tersebut menempatkan Kalsel di jajaran enam besar nasional, di tengah persaingan sejumlah provinsi yang juga menurunkan atlet-atlet terbaiknya.
Sumatera Utara menjadi pemuncak klasemen dengan raihan tiga emas, tiga perak dan tiga perunggu.
Berikutnya Jawa Tengah dan Kepulauan Riau sama-sama mengoleksi dua emas. Jawa Barat berada di posisi berikutnya dengan satu emas, dua perak dan tujuh perunggu.
Meski berhasil finis enam besar, hasil tersebut belum sepenuhnya membuat tim pelatih biliar Kalsel puas. “Bersyukur, masih bisa bawa pulang satu medali emas, walau jauh dari target,” sebut pelatih biliar Kalsel, H. Noor Fathuliansyah, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, tim sebenarnya telah melakukan persiapan dengan cukup baik sebelum menghadapi Kejurnas. Program latihan dan persiapan atlet telah dilakukan secara matang untuk mengejar hasil maksimal.
Ketika bertanding di level nasional, menurutnya, persaingan yang dihadapi ternyata cukup berat. Sejumlah provinsi dinilai memiliki kualitas atlet yang terus mengalami peningkatan sehingga persaingan antardaerah semakin ketat.
“Persiapan kami sebenarnya sudah sangat baik dan cukup matang. Tapi ternyata atlet provinsi lain masih lebih baik,” ungkapnya.
Sebagai gambaran, pada Kejurnas tahun sebelumnya, biliar Kalsel mampu menunjukkan performa yang jauh lebih dominan dengan membawa pulang tiga medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu.
Penurunan prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi Pobsi Kalsel. Apalagi agenda yang lebih besar sudah menanti, yakni Pra-PON tahun depan yang akan menjadi pintu bagi atlet untuk memperjuangkan tiket menuju PON.
Karena itu, lanjutnya, hasil Kejurnas 2026 akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh, bukan hanya dari sisi teknik atlet, tetapi juga kesiapan menghadapi tekanan pertandingan dan persaingan dengan daerah lain.
“Evaluasi secepatnya akan kami lakukan untuk persiapan Pra PON tahun depan,” pungkasnya.
Bagi POBSI Kalsel, keberhasilan Gabby meraih emas sekaligus dua perunggu dari nomor lainnya setidaknya menjadi modal penting.
“Tantangannya kini adalah bagaimana mempertahankan capaian tersebut sekaligus meningkatkan kualitas tim agar kegagalan memenuhi target di Kejurnas 2026 tidak kembali terulang pada ajang Pra-PON mendatang,” tuturnya.
Penulis/Editor: Tolah
Follow Google News Barito Post