oleh

Bertemu seteru, Ontet Tewas dalam Perkelahian di Gang Mutiara

Banjarmasin, BARITO – KASUS dugaan penganiayaan yang tewaskan Gunawan alias Ontet (24) akibat ditusuk pelaku berinisial AR (29) digelar rekonstruksi oleh Polsek Banjarmasin Selatan, Kamis (22/9/2022) pagi. Reka adegan digelar di Jalan Laksana Intan  Gang Mutiara RT II Kelurahan Kelayan Selatan Kecamatan Banjarmasin Selatan. Perkelahian Gang Mutiara

Dari 18 adegan  pada adegan ke 10 hingga 17 menggambarkan terbunuhnya sang pengamen itu Korban dilarikan ke rumah sakit RS Sultan Suriansyah oleh warga dan polisi yang ke TKP.

Sementara pelaku  tak berdaya dengan kondisi luka di kedua tangannya.

Kejadian bermula saat mereka bertemu  di Gang Sidodadi Jalan  9 Oktober setempat dekat Bakso SIP waktu korban lagi ngamen, Selasa (31/8/2022) malam pukul 19.00 Wita.

Karena ada dendam lama pernah berkelahi, pelaku yang selalu membawa senjata tajam (Sajam) itu mendatangi  korban di Gang Mutiara.

Selanjutnya tersangka datang pakai sepeda motor dibonceng Jakaria alias Jaka.  Kemudian sampai di dalam Gang Mutiara pelaku menemui korban  yang sedang duduk bersama empat temannya M Said, Aldi dan Fernandi serta Hambali juga Amat. Perkelahian Gang Mutiara

Tanpa basa basi, pelaku turun dari motor dan menyerang  korban, namun korban berhasil menghindar. Sedangkan dua saksi Hambali dan Rasya kabur.

Kemudian  korban dan temannya  Rasya pulang ke rumah untuk mengambil pisau.

Lalu korban kembali ke TKP   dibonceng Amat,  mereka menghampiri  Said dan Aldi serta Fernando tapi keduanya tidak ikut menyerang.
Pelaku dan korban kemudian saling serang.

Baca Juga:
Dua Bulan , Ditreskrimsus Polda Kalsel Ungkap sejumlah Kasus Penyalah Gunaan BBM Bersubsidi, Ilegal Logging dan Mining
Lima Wanita Terduga Pelaku Pengeroyokan Diciduk

Pada  adegan ke 11, korban ditusuk lengan kiri, lalu korban dijatuhkan pelaku dan kembali menusuk perut sambil memegang sajam korban.    Lalu korban berusaha berbalik badan dan kembali punggung ditusuk pelaku. Akibatnya korban luka di perut dan pinggang sebelah kiri.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol H Idit Aditya mengatakan, rekon kali ini adalah kejadian yang sebenarnya. Korban dianiaya saat adegan ke 10 sampai 17 dari 18 rekon, lalu korban dibawa ke rumah sakit bersama pelaku.

“Namun setengah jam kemudian korban meninggal dunia, sementara pelaku cukup kritis. Jadi tewasnya korban karena mereka pernah berkelahi sebelumnya hingga pelaku dendam,”bebernya didampingi Jaksa Kejari Banjarmasin, Syafiri Rahman SH. Perkelahian Gang Mutiara

Dendam satu tahun lalu itu membuat pelaku mencari Ahmad Rifanie dan saat kebetulan ketemu korban langsung menyerang. “Kejadian itu sebenarnya karena kedua saling melawan, apalagi korban kembali menemui pelaku untuk duel,”terang Kapolsek Banjarmasin Selatan ini.

Dia menambahkan, dulu pelaku yang tidak bekerja itu dipukul korban sampai lebam, namun ia tidak melapor ke polisi hingga membuatnya dendam. “Kini pelaku dijerat sesuai Pasal  338 Jo 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman diatas tujuh tahun,”pungkas Kompol H Idit.

Penulis: Arsuma
Editor: Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar