oleh

Berbahan Bamboo, Patung Ketupat Tambah Icon di Banjarmasin

Banjarmasin, BARITO – Kawasan Kampung Ketupat, di Kelurahan Sungai Baru, dibangun sebuah icon baru kota Banjarmasin berupa patung ketupat raksasa kurang lebih sama tingginya dengan patung bakantan.

Sekarang pendirian patung ketupat itu sedang dalam proses dan akhir bulan ini diterget rampung sebagai kado Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-496.

Material patung yang dibangun bergaya seni bamboo. Karena icon ini seluruhnya berbahan bambo yang didatangkan dari Yogyakarta.

Sejumlah pekerja tampak mengangkut bebatuan. Mengecor semen, merangkai sejumlah bambu, hingga merakit sejumlah kerangka baja ringan.

Proyek ini sendiri termasuk dalam program revitalisasi Kampung Ketupat yang bekerjasama dengan Investornya bernama Juru. Proses revitalisasi diketahui sudah berlangsung sejak Agustus tadi. Ditarget rampung pada Desember 2022.

Sedangkan anggarannya bersumber dari pihak investor, yang bekerja sama dengan Pemko Banjarmasin hingga 15 tahun ke depan. Nilai investasinya mencapai Rp6 miliar. Diketahui, kawasan yang digarap luasnya sekitar 7.000 meter persegi.

Sekretaris daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman membenarkan adanya kerjasama dengan pihak swasta itu.

“Metodenya sewa lahan. Dikembangkan oleh investor. Namanya Juru. Pemanfaatan lahan ini nantinya juga bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah atau PAD,” jelasnya.

Wahyu pengawas proyek menjelaskan, kawasan yang dibenahi sekaligus mendukung para pedagang di kawasan Kampung Ketupat. Di kawasan itu akan dibangun food court.

Pengunjung digadang-gadang bisa bersantai sembari menikmati kuliner, lalu dagangan yang ditawarkan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tempat-tempat yang disediakan.

“Kami, juga menyiapkan tempat untuk itu dan gratis. Paling, hanya bayar iuran listrik, air dan kebersihan,” ucapnya.

Tidak hanya sampai di situ. Wahyu, juga membeberkan bahwa di kawasan itu juga dibangun ampiteater. Untuk kepentingan pariwisata, kesenian dan budaya.

Lokasinya, persis di tengah-tengah pembangunan. Tujuannya, untuk lebih menghidupkan suasana seni pertunjukan di Kota Banjarmasin.

“Kami melihat, ruang publik untuk kegiatan kesenian di Banjarmasin ini masih kurang. Padahal seni budaya, misalnya musik tradisional juga bisa ditonjolkan. Bisa menjadi pusat kesenian,” tuturnya.

“Maka, selain sebagai ikon baru, kami berharap kawasan ini nantinya juga bisa lebih ramai dikunjungi. Menjadi destinasi wisata lain, di samping wisata susur sungai dan lainnya,” tambahnya.

Kendati demikian, Wahyu menekankan, meski kawasan tersebut direvitalisasi, ia memastikan bahwa kesan Kampung Ketupat tetap akan ditonjolkan.

Itu seiring dengan juga adanya pembangunan ikon ketupat yang dibangun di kawasan tersebut. Ukuran ikon ketupat ini cukup besar. Yang ketinggiannya mencapai 20 meter.

“Selain itu, nantinya pengunjung yang datang ke Kampung Ketupat juga bisa melihat bagaimana proses pembuatan ketupat dan sebagainya,” ucapnya.

Lebih jauh, Wahyu menjelaskan bahwa dalam pembangunan yang dilakukan, pihaknya mengkombinasikan ide-ide dari Pemko Banjarmasin, untuk mengembangkan kawasan tersebut.

“Agar membuat kawasan ini menjadi lebih rapi lagi,” tambahnya.

Dan tak kalah penting, apabila pembangunan sudah rampung dan sudah mulai beroperasi, untuk transaksi di kawasan tersebut juga akan difokuskan dengan sistem transaksi digital.

“Kami ingin membuat ekosistem digital di sini. Jadi semua transaksi menggunakan perangkat digital. Tidak ada lagi transaksi tunai. Termasuk parkirnya,” tutupnya.

Penulis : Hamdani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.