Ambles Parah, Jalan Sungai Lulut Ditutup Total, Perbaikan Diperkirakan Sebulan

by baritopost.co.id
0 comments 4 minutes read
RUAS Jalan Veteran Km 5,5 di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, ambles parah dan ditutup total. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan memulai pekerjaan darurat pada ruas jalan alternatif menuju Kabupaten Banjar itu pada Rabu (15/7/2026) sore.(Foto: MC Kalsel)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID Ruas Jalan Veteran Km 5,5 di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, ditutup total mulai Rabu (15/7/2026) sore setelah mengalami ambles parah. Penutupan dilakukan menyusul dimulainya pekerjaan darurat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan dengan membongkar badan jalan yang rusak serta memasang cerucuk galam untuk menahan pergerakan tanah di tepi Sungai Martapura.

Penutupan jalur penghubung Banjarmasin-Kabupaten Banjar tersebut langsung berdampak pada arus lalu lintas. Kendaraan dari arah Sungai Lulut menuju pusat Kota Banjarmasin maupun sebaliknya dialihkan melalui Jalan Rahayu sehingga menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga kawasan Gardu Mekar Indah dan Jalan Pramuka.

Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib mengatakan penanganan darurat dilakukan dengan membongkar badan jalan yang ambles, memasang cerucuk galam sebagai penguat tanah, dilanjutkan pemasangan geotekstil sebelum dilakukan penimbunan dan pemadatan secara bertahap.

“Perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan. Kami tidak bisa langsung mengaspal karena timbunan harus dipasang bertahap agar penurunannya dapat dipantau. Setelah kondisi tanah benar-benar stabil baru dilakukan pengaspalan,” ujarnya.

Sebelum diberlakukan penutupan total, Satlantas Polresta Banjarmasin sempat menerapkan sistem buka tutup untuk kendaraan roda dua, sedangkan kendaraan roda empat sudah lebih dulu dilarang melintas karena kondisi badan jalan yang ambles dan retak.

Namun kondisi kerusakan terus berkembang sehingga Forum Lalu Lintas bersama Dinas PUPR memutuskan menutup total ruas jalan demi keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar proses perbaikan.

Kanit Kamsel Satlantas Polresta Banjarmasin Iptu Laksmi mengatakan kerusakan jalan sudah tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat.

“Apabila kondisi semakin memburuk, kami akan melakukan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus sesuai situasi di lapangan,” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin menerima laporan kejadian pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.46 WITA dan langsung melakukan asesmen di lokasi.

Hasil pengukuran menunjukkan retakan jalan membentang sekitar 43,5 meter dengan amblesan mencapai 90 sentimeter serta pergeseran badan jalan hingga 3,5 meter. Sementara berdasarkan pengamatan di lapangan, panjang retakan diperkirakan telah mencapai lebih dari 50 meter dengan kedalaman antara satu hingga 1,5 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

“Hingga pendataan awal tidak terdapat korban meninggal dunia, korban hilang maupun korban luka. Namun tiga warga telah mengungsi secara mandiri ke rumah keluarganya demi keselamatan,” ujarnya.

BPBD juga mencatat dua rumah yang sekaligus digunakan sebagai tempat usaha mengalami kerusakan, sedangkan sedikitnya tujuh toko di sekitar lokasi terdampak akibat pergeseran tanah.

Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR yang meninjau langsung lokasi menyebut kondisi jalan tersebut sudah membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan ini mengalami ambles cukup parah dan harus segera ditangani agar tidak semakin meluas serta menimbulkan korban,” katanya.

Yamin menegaskan ruas Jalan Veteran Km 5,5 merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sehingga pihaknya segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Balai Wilayah Sungai untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalsel Achmad Maulana menilai kerusakan tersebut memerlukan penanganan permanen mengingat lokasinya berada di kawasan padat penduduk dan berbatasan langsung dengan Sungai Martapura.

“Ini bukan hanya membutuhkan perbaikan darurat, tetapi juga solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Menurut Dinas PUPR Kalsel, kerusakan diduga dipicu gerusan arus Sungai Martapura yang menyebabkan tanah di bawah badan jalan bergeser. Kondisi musim kemarau yang mengurangi kadar air tanah juga dinilai memperlemah daya ikat tanah sehingga lebih mudah ambles saat dilintasi kendaraan berat.

Yasin mengungkapkan kejadian serupa pernah terjadi di lokasi yang sama pada 2024. Karena itu, pemerintah mulai mengkaji penanganan permanen berupa pembangunan siring, dinding penahan tanah, atau sistem pile slab. Namun rencana tersebut masih terkendala pembebasan lahan di kawasan bantaran sungai.

“Karena kejadian ini sudah berulang, tentu diperlukan penanganan permanen. Namun pelaksanaannya membutuhkan pembebasan lahan dan perencanaan yang matang sehingga tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat,” jelasnya.

Hingga Rabu malam, petugas gabungan masih melakukan pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas, serta penanganan darurat. Masyarakat diimbau menghindari ruas Jalan Veteran Km 5,5 dan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Rahayu hingga pekerjaan perbaikan selesai.

Penulis: Shopan Sopian

Editor: Dadang Yulistia

Follow Google News Barito Post

Baca Artikel Lainnya

Tinggalkan komentar