Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Ridho Akbar, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat melaksanakan reses penjaringan aspirasi di Jalan Banyiur Dalam RT 39, Kelurahan Basirih. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan mendasar, mulai dari sulitnya memperoleh air bersih, bantuan sosial, perbaikan jalan, fasilitas sanitasi, hingga penerangan jalan umum (PJU).
Ridho mengatakan, berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah kota dan instansi terkait.
Salah satu persoalan mendesak yang dihadapi warga adalah ketersediaan air bersih. Menanggapi kondisi tersebut, Ridho menyatakan akan membantu penyaluran air bersih bagi masyarakat di RT 39 dengan berkoordinasi bersama PDAM.
“Persoalan air bersih menjadi salah satu keluhan warga. Karena itu, hari ini kita akan langsung mengantarkan air bersih untuk masyarakat di RT 39 melalui koordinasi dengan PDAM,” ujarnya.
Selain air bersih, persoalan bantuan sosial juga menjadi aspirasi yang banyak disampaikan warga. Ridho mengungkapkan, masih ada masyarakat di kawasan tersebut yang belum mendapatkan bantuan sosial, meskipun mereka berharap dapat memperoleh dukungan dari pemerintah.
Untuk menindaklanjuti hal itu, ia mendorong pengurus RT dan pihak kelurahan segera melakukan pendataan terhadap warga yang belum terakomodasi sebagai penerima bantuan. Data tersebut diharapkan dapat diajukan melalui mekanisme yang berlaku agar masyarakat yang memenuhi kriteria bisa memperoleh bantuan sesuai ketentuan.
“Harapan kita, RT dan kelurahan bisa segera melakukan pendataan dan mendaftarkan warga yang memang membutuhkan agar dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial,” katanya.
Pada sektor infrastruktur, warga meminta perbaikan jalan di kawasan Banyiur Dalam yang disebut telah beberapa tahun belum mendapatkan penanganan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ketika air sungai pasang, sebagian jalan dapat terendam sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Ridho, perbaikan jalan perlu mendapat perhatian pemerintah agar akses warga tetap aman dan nyaman, terutama saat terjadi pasang air.
Persoalan sanitasi juga menjadi sorotan dalam kegiatan reses tersebut. Ridho menyebut, sebagian masyarakat yang tinggal di bantaran sungai masih menggunakan jamban langsung ke sungai untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Kondisi itu dinilai perlu segera dicarikan solusi karena berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan berdampak terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
Ia mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk meninjau langsung kondisi permukiman tersebut.
“Kita berharap pemerintah kota melalui dinas terkait bisa segera mengecek kondisi di sini. Masyarakat masih menggunakan sungai untuk keperluan MCK, sehingga perlu solusi, seperti pembangunan fasilitas WC umum atau septic tank,” ungkapnya.
Menurutnya, penyediaan fasilitas sanitasi yang layak sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi pencemaran sungai.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan minimnya penerangan jalan umum. Warga mengeluhkan kondisi lingkungan yang gelap pada malam hari sehingga membutuhkan pemasangan lampu jalan untuk menunjang keamanan dan kenyamanan aktivitas sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, Ridho akan mendorong Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin agar meninjau kawasan Jalan Banyiur Dalam dan mempertimbangkan pemasangan PJU sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun melalui kegiatan reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan dan dikoordinasikan dengan instansi berwenang.
Ridho berharap, persoalan air bersih, bantuan sosial, akses jalan, sanitasi, dan penerangan lingkungan di Kelurahan Basirih dapat memperoleh perhatian serta penanganan bertahap dari pemerintah.
Melalui tindak lanjut yang terkoordinasi, kebutuhan dasar masyarakat di Jalan Banyiur Dalam RT 39 diharapkan dapat terpenuhi sehingga kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga semakin meningkat. (Masrifani)