Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Hj Noorlatifah, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Kelurahan Kebun Bunga. Sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari perbaikan jalan, pembangunan dan pembenahan drainase, perbaikan gorong-gorong, hingga kebutuhan penerangan jalan umum (PJU).
Dalam kegiatan tersebut, Noorlatifah mengundang konstituennya, termasuk tokoh masyarakat dan warga setempat, untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan serta permasalahan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Ia mengatakan, persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu usulan utama masyarakat Kebun Bunga. Kawasan tersebut kerap terdampak banjir, terutama ketika musim hujan dan pasang air, sehingga keberadaan drainase yang berfungsi optimal sangat diperlukan.
Menurutnya, sejumlah usulan pembangunan infrastruktur telah masuk dalam rencana untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. Sementara itu, aspirasi baru yang disampaikan warga akan dikoordinasikan kembali agar dapat dimasukkan dalam usulan program berikutnya.
“Memang ada beberapa usulan terkait infrastruktur, seperti perbaikan jalan, pembuatan drainase dan gorong-gorong. Kelurahan Kebun Bunga ini setiap tahun kerap terdampak banjir, terutama saat musim hujan dan air pasang,” ujarnya.
Noorlatifah menjelaskan, warga juga mengusulkan pembenahan drainase yang sebenarnya sudah tersedia, tetapi dinilai tidak lagi berfungsi secara maksimal. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kondisi saluran agar aliran air dapat berjalan lebih lancar.
Selain itu, terdapat gorong-gorong di jalur penghubung kawasan kompleks yang mengalami kerusakan. Bagian dalam gorong-gorong tersebut dilaporkan pecah sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.
Ia menyebutkan, persoalan gorong-gorong yang rusak itu telah dikoordinasikan dan dilakukan survei oleh pihak terkait. Selanjutnya, ia akan menindaklanjuti hasil survei tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk mengetahui kemungkinan pengerjaannya dapat dilakukan sebelum akhir tahun.
“Untuk gorong-gorong yang pecah, sudah kita koordinasikan dan disurvei. Tinggal kita tindak lanjuti lagi ke PU, apakah bisa dikerjakan pada akhir tahun ini,” jelasnya.
Di samping persoalan infrastruktur, warga juga menyampaikan permintaan pemasangan penerangan jalan umum. Noorlatifah mengatakan, usulan tersebut sebelumnya telah disampaikan masyarakat, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut. Ia berencana membantu mengomunikasikan kembali permohonan itu kepada Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.
Dalam reses tersebut, persoalan perubahan desil masyarakat yang berdampak pada penerimaan bantuan sosial juga menjadi bahan pembahasan.
Noorlatifah menjelaskan, perubahan desil dapat dipengaruhi berbagai faktor dalam proses pemutakhiran data, termasuk informasi terkait aktivitas judi online, data pelanggan listrik PLN, serta perubahan kondisi pekerjaan anggota keluarga.
Ia mengimbau warga yang merasa masih layak menerima bantuan agar berkoordinasi dengan pihak kelurahan apabila terdapat data yang perlu diklarifikasi. Menurutnya, warga dapat melaporkan kondisi tersebut dan melengkapi dokumen pendukung, termasuk surat pernyataan jika diperlukan, untuk selanjutnya diajukan kembali sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia berharap, melalui koordinasi dengan instansi terkait, persoalan data masyarakat dapat ditangani dengan lebih cermat sehingga warga yang memenuhi kriteria tetap memiliki kesempatan memperoleh bantuan sosial.
Noorlatifah menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan reses akan menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing instansi. Ia berharap usulan perbaikan infrastruktur, terutama drainase dan gorong-gorong, dapat memperoleh perhatian agar risiko genangan dan banjir di Kelurahan Kebun Bunga dapat diminimalkan.
Dengan penanganan yang berkelanjutan serta koordinasi antara pemerintah dan pihak terkait, kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut diharapkan dapat diakomodasi secara bertahap. (Masrifani)