Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID
Anggota DPRD Kota Banjarmasin, Tugiatno, melaksanakan kegiatan reses untuk menjaring aspirasi masyarakat di Kelurahan Kuripan, Kota Banjarmasin. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari ketersediaan air bersih saat musim kemarau hingga perubahan desil yang berdampak pada penerimaan bantuan sosial.

Selain menyerap aspirasi masyarakat, Tugiatno juga membagikan masker kepada peserta yang hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah menjadi perhatian.
Dalam dialog bersama warga, persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu keluhan yang mengemuka. Kemarau panjang yang terjadi saat ini berdampak pada penurunan debit air Sungai Martapura sehingga berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.
Tugiatno berharap, ke depan pemerintah dapat membangun embung sebagai salah satu solusi untuk menjaga ketersediaan air, terutama ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.
“Harapannya, ke depan kita memiliki embung-embung sehingga ketika terjadi kemarau, masyarakat tidak lagi merasakan kekurangan air seperti yang terjadi saat ini,” ujarnya.
Selain persoalan air bersih, warga juga menyampaikan keluhan mengenai perubahan data desil yang dinilai terjadi tanpa diketahui sebelumnya. Perubahan tersebut berdampak pada hilangnya hak sebagian warga untuk menerima bantuan pemerintah, meskipun kondisi ekonomi mereka masih tergolong sulit.
Tugiatno mencontohkan, terdapat warga yang sebelumnya berada pada desil di bawah 5, tetapi kemudian mengalami kenaikan menjadi desil 7 hingga 8. Perubahan tersebut membuat mereka tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan sosial.
Menurutnya, persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama agar penyaluran bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Ini menjadi perhatian kita bersama agar warga yang memang seharusnya mendapatkan bantuan dapat dibantu. Jangan sampai bantuan pemerintah salah sasaran,” tegasnya.
Di sisi lain, Tugiatno juga menyoroti kondisi kabut asap akibat karhutla. Ia mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak untuk meminimalkan risiko menghirup asap yang dapat mengganggu kesehatan.
Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, ia mengingatkan agar tetap menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri.
Pembagian masker dalam kegiatan reses tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Melalui kegiatan reses ini, Tugiatno berharap berbagai aspirasi yang disampaikan warga Kelurahan Kuripan dapat menjadi bahan perhatian dan tindak lanjut bagi pemerintah, baik terkait pemenuhan kebutuhan air bersih, evaluasi data penerima bantuan sosial, maupun upaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. (Masrifani)