oleh

17 Ekor Anak Buaya Kebun Binatang Mini Jahri Saleh Dievakuasi

Banjarmasin, BARITO

Sebanyak 17 ekor anak buaya yang baru saja menetas di kebun binatang Kebun Binatang Mini Jahri Saleh Banjarmasin, dievakuasi petugas untuk diselamatkan, dengan memisahkan anak buaya dari induk dan buaya jantan.

Hal tersebut dilakukan, agar anak buaya terselamatkan dari buaya jantan yang biasa memangsa anak buaya yang baru menetas.

Demikian disampaikan pengelola Kebun Binatang Mini Jahri Saleh Banjarmasin, Muiz Ridayat kepada wartawan kemarin, sekaligus memberitahukan 17 anak buaya tersebut.

“Alhamdulillah sudah 17 anak buaya yang berhasil kita evakuasi dari induknya, hal ini terpaksa kita lakukan, untuk mengantisipasi agar tidak dimakan oleh buaya jantan,” katanya.

Menurutnya, dengan menetasnya 17 ekor anak buaya tersebut, merupakan kebanggan pihaknya sebagai pengelola Kebun Binatang Mini Jahri Saleh Banjarmasin, karena hal tersebut telah ditunggu-tunggu sudah sejak puluhan tahun lalu.

“Tentu saja kami dari pengelola sangat bahagia, karena sudah sejak puluhan tahun lalu, baru kali ini, buaya menetaskan telurnya sebanyak ini,” tambahnya.

Bahkan sebelumnya pihak pengeloa pernah melakukan percobaan penetasan telur dengan menggunakan mesin penetas canggih, namun tidak berhasil, dan hanya satu ekor saja yang menetas, itu pun tak bertahan lama, anak buaya yang ditetaskan dengan alat tersebut juga mati.

Dia memperkirakan, masih banyak lagi telur yang masih belum menetas dan diperkirakan hingga mencapai empat puluh ekor. Belasan anak buaya itu baru saja menetas dari telur yang awalnya dierami buaya betina, menyusul tiga ekor anak buaya yang lahir sejak Kamis (10/1/2019).

Dengan menetasnya Ke-17 anak buaya tersebut yang langsung diamankan oleh petugas, untuk menjaga anak buaya bisa bertahan hidup, dan rencananya akan membawa anak buaya tersebut ke dokter hewan.

Ia berharap akan bertambah lagi anak buaya yang keluar dari cangkang telur dalam kondisi hidup. “Saat ini ada 17 ekor, semoga masih ada tambahannya,” tambahnya.

Bahkan menurutnya, masih ada beberapa anak buaya yang berenang di dalam kolam tersebut yang masih sulit untuk dievakuasi, mengingat setiap petugas yang ingin mengambil, sering kali menyelam kedalam air.

Apalagi buaya betina terlihat sangat agresip, setiap kali petugas mencoba mengambil anak buaya, dan sering kali buaya betina terlihat ingin menyerang petugas.

“Memang kalau sedang bertelur, buaya betina pasti lebih sensitif dan agresif, tentunya dia ingin melindungi telurnya dari ancaman, makanya setiap petugas yang berupaya masuk, si betika terlihat ingin menyerang petugas,” ucapnya. (fanie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed