oleh

Yayasan Al Hijrah Sungai Andai Rawat 32 Pasien Rehab Narkoba

Banjarmasin, BARITO – Korban penyalahgunaan narkoba harus dibantu bangkit meski memerlukan waktu yang lama untuk keluar alias sembuh. Untuk itu Yayasan Al Hijrah atau Pusat Rehabilitasi Narkoba dan Jiwa di Jalan Komplek Purnama Jalan Sungai Andai Banjarmasin Utara siap mendampingi pasien hingga sembuh.

Pemilik atau pembina Yayasan Al Hijrah, Adi Riatmoko akrab disapa Koko kepada Barito Post, Jumat (2/4/2021) sore mengatakan, hingga kini ada sebanyak 32 orang yang ditangani. Namun jumlah itu keluar dan masuk bervariasi, sementara sebelumnya sejak awal berdiri tahun 2017 hanya sekitar belasan pasien.

“Rehab pasien narkoba ini ditanggung murni dari keluarganya, kami disini siap memberikan penanganan baik secara medis maupun religius, “sebutnya. Sedangkan tempatnya di Jalan Padat Karya dekat BTN Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara.

Koko menambahkan, penanganan rehab pasien narkoba itu rawat inap di ruko yang sudah memiliki izin dengan warga dan ketua rt setempat. Sementara lamanya dirawat tergantung pasien itu sembuh bisa beberapa bulan bahkan setahun.

“Untuk pasien yang lamanya setahun itu karena tidak ada keluarganya atau jekuarga tidak mampu, “terang Koko. Selanjutnya untuk penanganan medis dan obat biasanya mereka sudah punya dokter masing-masing hingga rekam medisnya diketahui.

“Jadi di situ nanti dokter ada kunjungan atau pasien ke tempat dokter dibawa. Nanti obat kita yang ambilkan. Bagi pasien yang ada punya kartu BPJS Kesehatan tentunya biaya menjadi ringan, “ujarnya saat ditemui di sekretariat Yayasan Al Hijrah Jalan Komplek Purnama Permai Jalur II RT 09 No 41 Sungai Andai.

Maklum sebut Komo yang sehari-harinya bekerja di RS Sambang Lihum, karena ini yayasan, sehingga mereka juga kesulitan mencari dana. Pihaknya selama ini tidak pernah mengajukan bantuan pemerintah. Namun. Kalau bantuan sedikit kepedulian untuk sembako memang ada dari komunitas atau perkumpulan Tionghoa misalnya.

Koko mengungkapkan dulu sebelum di Padat Karya Sungai Andai itu, rehab pasien narkoba ini di Jalan Mandiri Lestari. Di sana selama empat tahun tepat di deoan mushala setempat.

Sedangkan kini pasien bisa juga dikembalikan atau dipulangkan karena bila mengganggu ketenangan warga sekitar di Jalan Padat Karya. “Terkait rehab ini, untuk media kan sudah ditangani psikiater masing-masing. Kemudian secara religius dilakukan pengajian bersama, ceramah dan sholat berjamaah serta sholat sunat lainnya.

Upaya yang dilakukan Koko ini tidaklah mudah meski demikian dia yakin titipan keluarga kepadanya terkait pasien narkoba yang ingin sembuh pasti bisa. “Sebab dukungan keluarga sangat membantu dalam perhatian kepada pasien itu yang bervariasi baik yang masih muda maupun sudah tua bahkan ada yang berumur 60 tahun lebih.

Penulis: Arsuma 
Editor : Mercurius

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed