Tiap Jam PT AM Rutin Mencek Kualitas Air Baku di Sungai Martapura

by baritopost.co.id
0 comment 2 minutes read

Banjarmasin, BARITO – Cemaran mikroplastik yang baru-baru ini muncul dipemberitaan membuat kekhawatiran masyarakat tak terkecuali PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda).

Bagaimana tidak, cemaran limbah plastik yang berukuran super kecil tersebut diklem telah mencemari Sungai Martapura yang merupakan sumber air baku PT AM dari dulu hingga sekarang.

Lantas bagaimana komentar pihak PT AM menyikapi isu tersebut, pasalnya sumber air baku satu-satunya itu diklem oleh lembaga Ecological Observation and Wetlands (Ecoton) telah tercamar.

Direktur Operasional PT AM Bandarmasih, Supian, menyatakan kondisi air baku sekarang ini dalam kondisi aman sesuai dengan standar pengujian air minum dari Permenkes yang dilakukan rutin oleh pihaknya.

Untuk memastikan kadar air yang aman, pihaknya melakukan pengujian dan mensterilkan air menggunakan rekayasa bahan kimia. Itu dilakukan secara detail, yakni diambil perjam, perminggu dan perbulan.

Pengujian juga dilakukan tidak dari pihaknya saja, namun dari pihak eksternal yakni Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dan BTKL Banjarbaru juga menjadi penguat bahan baku sebelum diproduksi. Kalau produksi dilakukan non stop alias 24 jam.

“Kita rutin melakukan pengujian bahan baku yang diambil dari Sungai Bilu. Kalau untuk mikroplastik itu kami belum bisa memastikan karena regulasi standar proses pembuatan air minum dari Permenkes tidak ada menyebut itu. Tapi air baku sekarang ini aman,” katanya saat ditemui di ruangan kerjanya didampingi tim ahli lapangan standarisasi air baku PT AM, Rabu (7/9).

Apa saja yang dilakukan pengecekan kualitas air baku PT AM? Ir Supian menjelaskan, kandungan air sungai yang dicek itu bermacam-macam misalnya kadar garam, kadar besi, aluminium dan kandungan lainnya termasuk kandungan Bakteri E-coli yang bersumber dari tinja yang dibuang sembarangan di sungai itu selama ini menjadi pengecekan pihaknya sesuai Permenkes tersebut.

“Pengecekan kualitas air sesuai dengan Permenkes, seperti kadar aluminium, besi, termasuk E-coli. Yah ini sebanarnya perlu peran kita semua, air adalah sumber kehidupan, ini perlu regulasi pemerintah untuk mengatur agar sampah-sampah tidak dibuang di sungai,” bebernya.

Terkait mikroplastik yang memang dikhawatirkan itu, Supian kembali menanyakan bagaimana dan kapan uji sampel itu dilakukan. Karena itu menyangkut untuk penjaminan mutu air kepada pelanggan yang harus mendapatkan pelayanan yang baik.

Bagi Supian, ini merupakan sampah plastik yang disebabkan karena kebiasaan buruk masyarakat. Apalagi laluan sungai martapura itu dari hulu ke hilir sampai ke Banjarmasin. Tidak hanya sampah plastik, BAB juga masih dibuang di sungai dan tak heran kandungan e-coli sanga besar di sungai.

Ia berharap hal itu agar kepekaan lingkungan sama sama bisa dijaga, khususnya kelestarian air sungai. Karena apabila air sungai nanti sangat buruk dan hingga tidak bisa digunakan lagi, tentu air bersih akan menjad barang yang mahal bahkan bisa sama dengan harga BBM.

“PT AM siap membantu mengedukasi masyarakat agar sadar tidak membuang sampah sembarangan. Air sungai sekarang ini sudah tercemar jangan sampai diperparah lagi,” tutupnya.

Penulis : Hamdani

You may also like

Leave a Comment