Supian HK Ingatkan Waspada Karhutla dan Hemat BBM

Ketua DPRD Provinsi Kalsel Dr (HC) H Supian HK, SH, MH.(foto : ist)

Banjarmasin, BARITOPOST.CO.ID – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Dr (HC) H Supian HK, SH, MH mengingatkan kepada warga masyarakat Banua untuk waspada dan peduli dengan kondisi lingkungan yang diprediksi akan memasuki musim kemarau.

Pasalnya, musim kemarau dikhawatirkan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), apakah itu dipicu alam maupun akibat perbuatan manusia.

Karena itu Supian HK meminta agar semua pihak selalu waspada bila terjadi karhutla di Kalsel.

Pesan ini ia sampaikan menyikapi kondisi cuaca panas di Banua beberapa waktu terakhir.

“Waspada terhadap datangnya musim kemarau, salah satunya tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan,” pesannya, Selasa (31/3/2026).

Politisi senior Golkar ini juga berpesan kepada para peladang berpindah di Banua Kalsel yang memanfaatkan hutan sebagai pertanian dan kelangsungan hidup agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, sebab dapat menimbulkan asap hingga kebakaran yang dapat menjalar kemana-mana.

“Lebih baik kita mencegah terlebih dahulu sebelum terjadi karhutla, pemerintah daerah sudah melakukan persiapan dini mencegah Karhutla di Kalsel,” ujarnya.

Disebutkannya ada beberapa daerah yang rawan karhutla di Kalsel, seperti di Kabupaten Banjar, Tanah Laut maupun Batola, namun tidak menutup kemungkinan di daerah lainnya.

Supian HK juga mengingatkan mengatasi karhutla ini tidak bisa hanya satu pihak saja, tapi harus bersama-sama menjaga linkungan, karena kebersamaan yang sangat diharapkan dalam mencegah Karhutla.

Supian HK juga menyinggung situasi kondisi di Timur Tengah akibat perang Iran, Amerika Serikat dan Israel, imbasnya minyak ke Indonesia yang dikhawatirkan memicu persediaan dan lonjakan harganya.

Karena itu, ia meminta dilakukan efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Apalagi pemerintah akan memberlakukan harga BBM terbaru yang dikhawatirkan kenaikannya cukup tinggi, untuk itu saya akan koordinasi dengan Gubernur, karena ini persoalan bukan hanya di Indonesia tapi dunia,” ucapnya.

Supian HK menyarankan untuk efisiensi BBM itu misalnya saat kunjungan kerja gunakan mobil yang kapasitasnya empat atau sampai lima penumpang bahkan untuk muatan yang banyak bisa menggunakan bus agar tidak terjadi pemborosan BBM.

 

Penulis/Editor : Sophan Sopiandi

Follow Google News Barito Post dan Ikuti Beritanya

Related posts

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Karyawan Setwan Kalsel Gelar Aksi Bersih Lingkungan

Ditpolairud Polda Kalsel Gagas Gerakan ASRI, Ini Tanggapan Wakil Rakyat

Setwan dan Komisi I DPRD Kalsel Selaraskan Kebutuhan Program dan Kegiatan 2027 Dengan Kemampuan Keuangan Daerah